Pingsan dan Sempat Dirawat, Yohanes Tetap Panjat Tiang Bendera, Aksinya Buat Tentara Terharu
Yohannes bahkan sempat pingsan dan dirawat oleh petugas medis sebelum Panjat Tiang Bendera.
TRIBUNJAMBI.COM - Video viral aksi Yohanes Ande Kala Marcal (13) alias Joni, yang memanjat tiang bendera untuk memperbaiki tali bendera yang tersangkut saat upacara peringatan HUT ke-73 RI di Pantai Motaain, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), membakar semangat nasionalisme masyarakat Indonesia.
Ternyata sebelum melakukan aksi heroik tersebut Joni sedang dalam kondisi tidak fit. Joni bahkan sempat pingsan dan dirawat oleh petugas medis sebelum Panjat Tiang Bendera.
Kakak kandung Yohanes, Siquito Humberto Marcal, mengaku bangga sekaligus terharu dengan aksi adiknya itu.
Menurut Siquito, sebelum memanjat tiang bendera, Yohanes sempat dirawat oleh tim medis di sekitar area lapangan upacara. Yohanes sempat pingsan akibat menderita sakit.
"Dia sempat sakit perut sebelum memanjat tiang bendera," kata Siquito kepada Kompas.com, Jumat (17/8/2018).
Setelah merasa kondisinya mulai pulih, Yohanes lalu bergegas memanjat tiang bendera dan membetulkan tali yang tersangkut di ujung tiang yang tingginya sekitar 15 meter.
Siquito mengaku, dia dan saudaranya yang lain, termasuk sang ayah, Viktorino Fahik Marcal, ikut menyaksikan aksi heroik Yohanes.
Baca: Beasiswa Hingga Prioritas Jadi TNI, Sederet Penghargaan Yang Menunggu Bocah Pemanjat Tiang Bendera
"Kami keluarga tadi semuanya berada di lapangan untuk menyaksikan upacara bendera. Hanya ibu kami yang sedang berada di rumah, karena mengurus keponakan saya yang sakit," kata Siquito.
Siquito mengatakan, pada saat Yohanes memanjat tiang bendera, mereka sempat cemas. Bahkan, lanjut dia, pemimpin upacara sempat meminta Yohanes untuk segera turun.
Namun, dengan gagah berani Yohanes terus saja memanjat.
"Kami bangga dengan adik kami. Walaupun masih kecil, dia sudah menunjukan kecintaannya untuk NKRI," tuturnya.
Siquito berharap pemerintah bisa memerhatikan adiknya itu.
Yohanes merupakan pelajar kelas 1 SMP Negeri Silawan.
Dia memanjat tiang bendera itu setelah tali yang akan digunakan untuk mengikat bendera terlepas dan tersangkut di ujung tiang bendera.
Penghargaan Untuk Joni
Wakil Bupati Belu JT Ose Luan mengatakan, atas aksi heroiknya Yohanes dipanggil untuk berdiri di atas podium.
"Saya bangga dengan perjuangan dia (Yohanes) memanjat tiang bendera. Saya katakan ke dia bahwa perjuangan para pahlawan dulu untuk memperjuangan negara ini begitu besar," tuturnya.
Luan pun mengapresiasi tindakan Yohanes dan berencana memberikan hadiah untuk Yohanes.
Baca: Video Uang Permen Rp 25 Juta, Janji Hotman Paris untuk Yohanes Ande Si Pemanjat Tiang Bendera
"Anak ini bagi saya adalah pahlawan kita hari ini karena telah menyelamatkan keadaan," ucap Luan.
Diundang Nonton Asian Games
Aksi Joni juga mengundang decak kagum dari Menpora Imam Nahrawi, usai upacara HUT ke 73 RI, pada 17 Agustus kemarin Imam mengaku pemerintah sangat mengapresiasi aksi heroik Joni.
"Kalau ada yang bertanya siapa pahlawan hari ini, saya mengatakan Joni Belu," kata Menpora Imam, di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat 17 Agustus 2018.
Imam berencana memberi Joni hadiah mengajaknya menonton salah satu pertandingan di Asian Games.
"Menurut saya, dia adalah pahlawan yang patut diberi penghargaan," kata Imam.
Prioritas Masuk TNI
Tak hanya Menteri Pemuda dan Olahraga yang memberi apresiasi untuk keberanian Joni.
Mabes TNI pun memberi penghargaan atas keberanian Joni.
“Panglima TNI memberikan apresiasi berupa beasiswa atas keberanian dan aksi heroik Johannes Adekalla, sehingga bendera Merah Putih dapat dikibarkan dalam upacara tersebut,” kata Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah dalam keterangannya, Sabtu 18 Agustus 2018.
Baca: Jhoni Berangkat ke Jakarta untuk Ketemu Jokowi, Panjat Tiang Bendera 15 Meter
Aksi yang dilakukan Joni itu membangun rasa nasionalisme dan Panglima TNI pun siap memberikan penghargaan berupa beasiswa hingga lulus SMA.
"Lulus SMA akan dapat prioritas bila ingin menjadi prajurit TNI serta mengundang Johannes ke acara pembukaan Asian Games ke-18 pada hari ini di Jakarta,” jelas Sabrar.
Menurut Sabrar aksi heroik ini membuat banyak orang terharu dan meneteskan air mata.
“Mereka merasa terharu, meneteskan air mata dan bangga setelah melihat video aksinya yang viral di media sosial,” sebutnya.
Diundang ke Jakarta
Yohanes Ande Kala Marcal (13) alias Joni, yang memanjat tiang bendera untuk memperbaiki tali bendera yang tersangkut saat upacara peringatan HUT ke-73 RI di Pantai Motaain, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), berangkat ke Jakarta.
Pagi Ini Yohanes yang merupakan siswa kelas VII SMP Negeri Silawan itu, diundang langsung oleh pemerintah pusat.
Yohanes diantar oleh kedua orang tuanya Viktorino Fahik Marcal dan Lorenca Gama dan Dandim 1605 Belu Letkol Inf Putu Dwi serta Kapolres Belu AKBP C Tobing.
"Tadi saya cuma antar Yohanes di Bandar Udara El Tari Kupang. Dandim dan kapolres Belu yang antar ke Jakarta,"kata Komandan Korem 161 Wira Sakti Kupang Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa kepada Kompas.com, Sabtu (18/8/2018) pagi.
Teguh pun tak menjelaskan secara detail, tujuan Yohanes bersama orang tuanya berangkat ke Jakarta.
"Dia ke Jakarta untuk menerima penghargaan dari pemerintah. Bentuk penghargaan saya belum tahu informasinya,"ucap Teguh.
Yohanes beserta kedua orang tuanya ke Jakarta pada pukul 8.00 Wita, dengan menggunakan Pesawat Batik Air nomor penerbangan ID 6541.