Pemerintah Naikkan Dana DAK, KPK Diajak Kemendikbud Awasi Penggunaannya

“Mudah-mudahan ada kerja sama yang baik antara pemerintah pusat dan pemda agar kebijakan pusat diikuti secara konsisten oleh masing-masing pemda.

Pemerintah Naikkan Dana DAK, KPK Diajak Kemendikbud Awasi Penggunaannya
tribunjambi/nurlailis
Dalam peresmian outlet Sang Pisang di Jambi dihadiri langsung oleh sang owner, Kaesang Pangarep, Sabtu (5/5/2018). Dalam kesempatan ini hadir pula Plt Gubernur Jambi, Fachrori Umar. 

TRIBUNJAMBI.COM - Kementrian Pendidikan dan Kebudyaan (Kemendikbud) menaikkan dana alokasi khusus (DAK) fisik bidang pendidikan. Bahkan, kenaikannya hingga dua kali lipat.

Terkait naiknya DAK Fisik Bidang Pendidikan, Muhadjir Effendy, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud) menegaskan agar dana tersebut dapat digunakan dengan baik dan jangan ada penyimpangan.

"Saya akan gandeng KPK dan Ombudsman untuk betul-betul mengontrol DAK. Saya sudah pelajari pola penyimpangan DAK dan sudah masuk BIN datanya. Semoga pemanfaatan DAK bisa optimal," tegas Muhadjir.

Baca: Rp 1,2 M Dana DAK Digulirkan untuk Sektor Pariwisata. 3 Objek Ini akan Dikembangkan

1. DAK naik 2 kali lipat
Dikutip dari laman resmi Kemendikbud, Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang Pendidikan untuk tahun anggaran 2019 naik signifikan dibandingkan tahun 2018.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Sesjen Kemendikbud) Didik Suhardi mengatakan, 2018 DAK Fisik Bidang pendidikan sebesar Rp8,61 triliun, sedangkan tahun 2019 naik menjadi Rp17,6 triliun.

Baca: Kalah dari Palestina, Kapten Timnas U-23 Indonesia Minta Maaf Usai Sepak Bola Asian Games 2018

Untuk membahas penyusunan DAK Fisik Bidang Pendidikan, Kemendikbud menggelar kegiatan Sinkronisasi dan Harmonisasi Usulan DAK Fisik Bidang Pendidikan antara Pemerintah Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota dengan Kemendikbud.

Sinkronisasi dan Harmonisasi Usulan DAK Fisik Bidang Pendidikan antara pemda dengan Kemendikbud diikuti perwakilan dari seluruh dinas pendidikan provinsi, kabupaten, dan kota dari 34 provinsi. Kegiatan ini dilaksanakan di Jakarta dan dibagi menjadi tiga gelombang dan berlangsung 12-25 Agustus 2018.

Baca: Malam Sebelum Lengser, Kisah Kekecewaan Soeharto Terhadap BJ Habibie Sudahlah Saya Ikhlas

2. Penyusunan anggaran berbasis data
Dalam pembukaan kegiatan gelombang kedua, Sekjen Kemendikbud Didik Suhardi menekankan pentingnya data dalam menyusun DAK Fisik, khususnya data pokok pendidikan (dapodik).

“Data sangat penting, harus jadi perhatian kita bersama. Karena dapodik yang menjadi dasar kami dalam merencanakan, mengaplikasikan, dan memutuskan program DAK, jadi harus diikuti dengan baik dan selalu di-update sehingga dapodik betul-betul bisa menjadi andalan kita bersama,” ujarnya di Jakarta, Selasa malam (14/8/2018).

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, pendidikan merupakan layanan dasar yang menjadi prioritas dari enam layanan dasar yang wewenangnya diserahkan ke daerah.

Baca: Saat Soekarno dan Dokter Soeharto Jalani Misi Rahasia, Lubang Peluru di Pesawat Sebelum Proklamasi

3. Kerjasama dengan Pemda
Karena itu ia berharap pemerintah daerah dan pemerintah pusat dapat berbagi kewenangan dan tanggung jawab dengan baik serta bersinergi dalam urusan pendidikan.

“Mudah-mudahan ada kerja sama yang baik antara pemerintah pusat dan pemda agar kebijakan pusat diikuti secara konsisten oleh masing-masing pemda. Kemendikbud tidak punya kekuatan penuh untuk memaksa atau mengatur lebih jauh tentang pendidikan, karena wewenangnya ada pada pemda,” tutur Mendikbud.

Baca: Cantik dan Mematikan, Kisah Sniper 19 Tahun yang Renggut 59 Nyawa, Pahlawan yang Cintanya Ditolak

Ia menambahkan, kenaikan DAK Fisik pada tahun 2019 tidak berpengaruh pada anggaran Kemendikbud. Menurutnya, anggaran Kemendikbud untuk tahun 2019 justru berkurang.

“Tapi sebaliknya, anggaran yang diturunkan ke daerah bertambah secara drastis, sehingga afirmasi dari Kemendikbud nanti tidak sekuat sebelumnya karena anggaran (kementerian) berkurang,” ujar Mendikbud.(*)

Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved