Kamis, 9 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Karena Utang dan Krisis Moneter, 3 Negara Ini Terancam Bangkrut Tahun 2018

Sejumlah faktor politik, ekonomi, pertahanan negara disertai pendidikan dan kesehatan menjadi halangan besar untuk sebuah negara

Editor: Suci Rahayu PK
Harian Kompas
Kerusuhan Mei 1998 akibat Krisis Moneter di Indonesia 

TRIBUNJAMBI.COM - Sebuah negara dinyatakan maju dan makmur diukur dari tingkat kesejahteraan masyarakatnya.

Namun untuk mendapatkan predikat negara makmur tidak dapat dicapai dengan usaha 'setengah mau, setengah pasrah' alias tak mudah.

Sejumlah faktor politik, ekonomi, pertahanan negara disertai pendidikan dan kesehatan menjadi halangan besar untuk sebuah negara menjadi makmur.

Baca: Nikita Mirzani Ngaku Rugi Rp 5 Miliar Gara-gara Sam Aliando, Ini Sebabnya

Di setiap perjalanan menjadi negara makmur pastilah sebuah bangsa akan mengalami pasang surut.

Salah satunya ialah cengkeraman krisis moneter dan utang yang bakal membuat sebuah negara bangkrut jika tidak segera berbenah.

Lantas masih adakah negara di tahun 2018 ini yang terancam bangkrut gegara utang dan krisis moneter?

Jawabannya ada dan ketiga negara dibawah ini menjadi calonnya.

1. Venezuela

Antrian masyarakat Venezuela untuk mendapatkan sembako murah dampak krismon di negara mereka, pemandangan yang akrab dengan keadaan Indonesia tahun 1998
Antrian masyarakat Venezuela untuk mendapatkan sembako murah dampak krismon di negara mereka, pemandangan yang akrab dengan keadaan Indonesia tahun 1998 ()

Sepeninggal pemimpin merakyat dan tangguh Venezuela, Hugo Chavez yang mangkat, negeri yang awalnya makmur dan berani menentang hegemoni Amerika Serikat ini sekarang diancam dengan krisis moneter parah.

Pada tahun 2018 Venezuela didapuk menjadi negara dengan kemunduran ekonomi paling besar.

Kemunduran ekonominya sangar besar, yakni -11,9 persen yang menyebabkan mata uang nasional Venezuela tak laku untuk dijadiakan alat jual beli.

Bahkan saat ini masyarakat Venezuela melakukan sistem kuno, barter untuk mendapatkan apa yang mereka butuhkan sehari-hari, termasuk jasa potong rambut.

Baca: Latihan Kejam dan Gila Ala Pasukan Elite TNI, Makin Bangga dengan Indonesia

2. Turki

Patut disayangkan, itulah ungkapan yang harus terlontar dan ditujukan kepada Turki.

Padahal Turki sudah mempunyai semua atribut untuk menjadi negara maju dan besar.

PM Turki, Recep Tayyip Erdogan ketika menyerukan pemboikotan produk AS
PM Turki, Recep Tayyip Erdogan ketika menyerukan pemboikotan produk AS (abc.net.au)
Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved