VIDEO
VIDEO: Pengrajin Ini 'Sulap' Kulit Kambing jadi Kulit Harimau KW
Kulit Harimau menjadi buah bibir di Bazar MTQ ke-48 di Kabupaten Batanghari. Banyak pengunjung gagal fokus hingga menimbulkan
Penulis: Abdullah Usman | Editor: Fifi Suryani
Laporan Wartawan Tribunjambi.com Abdullah Usman
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Kulit Harimau menjadi buah bibir di Bazar MTQ ke-48 di Kabupaten Batanghari. Banyak pengunjung gagal fokus hingga menimbulkan kritikan dan kecaman, Selasa (23/7).
Dalam rangkaian kegiatan MTQ tingkat provinsi ke- 48 di Batanghari, selain kemeriahan dan takjubnya lantunan ayat suci Alquran dari para Qari dan Qariah. Terdapat pula stand - stand bazar yang tidak luput dari serbuan pengunjung.
Satu diantaranya stan yang memamerkan hasil olahan limbah bekas diubah menjadi kerajianan unik dengan penuh sentuhan seni, yang dibawakan oleh Komunitas Pengrajin Industri KPIK Sloko Betua Batanghari.
Baca: VIDEO: Kegiatan Rutin Meditasi di Vihara Sakyakirti
Satu diantara karyanya yang mendapat respon beragam dari para pengunjung MTQ yaitu pada olahan kulit kambing yang diubah corak sehingga menyerupai bentuk kulit harimau. Sontak olahan limbah jenis yang dipajang tersebut menimbulkan reaksi beragam masyarakat yang melintas.
"Ini kan hewan dilindungi, kenapa kulitnya bisa diolah dan dijual bebas di sebuah acara MTQ," begitulah celotehan masyarakat yang melihat kulit tersebut.
Hal tersebut dibenarkan oleh Gareng (30) pengerajin yang sekaligus pemilik ide dari penampilan tersebut. Dikatakannya sejak olahan kulit kambing yang menyerupai corak harimau ini dipajang dalam pameran tidak sedikit pengunjung yang merespon. Baik sekedar bertanya, hingga mereka yang menyayangkan dengan adanya kulit tersebut.
"Awalnya memang banyak cibiran bang, banyaklah respon masyarakat terkait kulit harimau KW ini. Tapi setelah kita beri penjelasan baru mereka sedikit bisa mengerti," ujarnya kepada Tribunjambi.com
Baca: Jarang Keluar Rumah, Polisi Belum Simpulkan Penyebab Soprizal Bunuh Diri
Baca: Bimbingan Meditasi Bersama Bikkhu Dharmasurya Bhumi Mahathera di Vihara Sakyakirti
Dikatakannya pula, pembuatan kulit hariamu KW ini bukan ini bermula rasa prihatinya terhadap keselamatan hewan-hewan liar yang dilindungi, yang saat ini banyak menjadi buruan untuk diambil kulitnya dan diperjual belikan.
Berangkat dari situ, dirinya memiliki sebuah trobosan ide untuk mengolah limbah kulit lambing untuk dipoles sehingga menjadi bentuk yang menyerupai kulit hewan langka tersebut, seperti ceetah dan harimau.
"Harapannya dengan adanya Kulit Harimau KW ini, dapat mengubah pandangan masyarakat untuk tidak lagi memburu hewan dilindungi tersebut. Kita bisa membuat semirip dengan aslinya jadi tidak usah lagi berburu hanya untuk menikmati keindahan corak dan warna tubuh mereka," ujarnya kepada tribunjambi.com
Kepada tribunjambi.com Abbas (35) mengaku sempat berpikiran negatif terhadap kerajinan dari bahan limbah bekas tersebut. Yang paling mendasar jelas pada tampilan dua jenis kulit hewan langka yang terpampang jelas.
Baca: Urus Sertifikat Prona Bayar Hingga Jutaan Rupiah, Kepala BPN Merangin Kecewa
Baca: Tak Berani Menurunkan, Warga Tunggu Pihak Kepolisian
Baca: PT Sinsen Kampanyekan Cari Aman ke Organsasi dan Instansi Pemerintah
"Awalnyo tadi kito sempat mikir kok berani jual kulit harimau di tempat umum, kok aparat diam bae yo. Setelah tau lalo itu kulit kambing baru sayo senyum-senyum kalo nengok orang komentar," ujarnya kepada tribunjambi.com Senin malam.