Rabu, 22 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Video: Ini Detik-detik Jatuhnya Roket Jepang yang Gagal Meluncur dan Meledak

Peluncuran roket terkadang terlihat tanpa usaha dan tampil elegan. Namun, itu tidak terjadi pada peluncuran roket Jepang pada Sabtu (30/6) lalu.

Editor: Teguh Suprayitno
Masanori Takei/AP/national geographic
Roket MOMO-2 saat kembali jatuh ke Bumi. 

TRIBUNJAMBI.COM - Peluncuran roket terkadang terlihat tanpa usaha dan tampil elegan. Namun, itu tidak terjadi pada peluncuran roket Jepang pada Sabtu (30/6) lalu.

Roket bernama MOMO-2 itu, jatuh kembali ke Bumi setelah beberapa detik meluncur dari landasan.

Beruntung, tidak ada satu orang pun di sekitarnya yang terluka. Roket juga diluncurkan tanpa awak.

Roket sepanjang sepuluh meter ini dikembangkan oleh perusahaan Intersetellar Technologies. Mereka memiliki visi untuk menciptakan roket kecil, ringan, dan berbiaya rendah, yang bisa mengirim satelit ke luar angkasa.  

Dilansir dari National Geographic, Interstellar Technologies berencana mengirim satelit yang biaya pembuatannya jauh lebih rendah dari milik pemerintah. Pembuatan MOMO menghabiskan dana 440 ribu dollar AS, sementara pemerintah Jepang memerlukan 1,8 juta dollar AS.

“Kami belum pernah mengalami kegagalan seperti ini. Kami sedang berpikir tentang apa yang bisa dilakukan untuk mempertahankan misi -- bahkan ketika nasib masa depan tidak dapat diprediksi,” kata Takafumi Horie, pendiri Interstellar Technologies, kepada Asahi Shinbun.

Baca: 10 Tahun Saling Bisu, Kapal Korut Kembali Menjawab Kontak dari Korsel

Sejauh ini, Interstellar Technologies telah memasang wajah berani, mengatakan bahwa tidak ada kerusakan signifikan pada fasilitas peluncuran.  

“Kami tidak berhasil mencapai apa yang diharapkan. Dan untuk itu, saya minta maaf,” papar Takahiro Imagawa, presiden Interstellar Technologies.

“Meski begitu, kami akan mencobanya lagi di lain waktu,” pungkasnya.

 
 Video gagalnya peluncuran MOMO-2 -- yang meninggalkan landasan hanya dalam waktu enam detik sebelum jatuh -- tersebar di internet. Ini bukan kabar baik bagi perusahaan yang berencana menempatkan satelit ke orbit Bumi rendah pada 2020.

Berita ini telah terbit di National Geographic, klik berita sumber 

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved