Ini Detik-detik Keributan Ratna Sarumpaet dan Luhut Binsar Panjaitan, Siapa yang Dibayar Rp 69 Juta?

Aktivis sekaligus seniman Ratna Sarumpaet memberikan klarifikasi atas pemberitaan menyengkut dirinya yang viral.

Editor: rida
KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO
Aktivis Ratna Sarumpaet terlihat saat penertiban kawasan permukiman di Jalan Rawajati Barat III, RT 09 RW 04, Kelurahan Rawajati, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (1/9/2016). Kerusuhan antara Satpol PP dan warga sempat terjadi saat penertiban tersebut berlangsung. 

Sampai berita ini ditulis belum diketahui keluarga korban siapa yang ia dampingi.

Luhut pun tak mengizinkan Ratna berbicara dalam forum tersebut.

Adu mulut masih sempat terjadi, dimana Ratna masih bersikeras bahwa dirinya mendampingi keluarga korban dan menyebut Luhut tak bisa melarangnya.

Sedangkan Luhut sempat mengatakan bahwa dirinya tak ada urusan dengan Ratna.

Di tengah pertengkarannya dengan Luhut, seorang perempuan tiba-tiba berdiri dan berbicara dengan Ratna.

"Ibu.. Saya lebih paham lagi Danau Toba. Jangan disalahkan pemerintah, masyarakat juga ada salahnya," kata perempuan itu.

Hingga berita ini diturunkan, identitasnya belum diketahui.

"Kamu jangan mau dibayar!" balas Ratna.

"Saya tidak dibayar," jawab perempuan itu lagi.

Setelah situasi semakin memanas, seorang perempuan akhirnya menengahi dan meminta semuanya untuk tenang dan tidak ribut.

Setelah aksinya itu, Ratna Sarumpaet mengatakan kepada awak media jika dirinya tidak ingin evakuasi terhadap korban dihentikan.

"Saya gak mau ini dihentikan, sebelum semua mayat diangkat. Ini masalah kemanusiaan. Masalah kemanusiaan itu tidak lokal Tapanuli, Indonesia. It's internationally," kata Ratna Sarumpaet.

Ia berharap keluarga korban tidak tergiur iming-iming berupa uang untuk menghentikan proses pencarian hingga jasad yang sudah ditemukan dibiarkan tanpa perlu dievakuasi ke permukaan.

"Soal ini harus cari sampai selesai. Itu saja. That is my poin. Jadi jangan diiming-iming dengan janji-janji yang semalam disampaikan di kantor bupati. Itu gila, keluarga korban ada di situ. Mau dibayar Rp 69 juta lalu selesai. Gak bisa," imbuh Ratna Sarumpaet. (TribunWow.com/Lailatun Niqmah

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved