Minggu, 26 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Siang Dilarang Lewat, Warga Muara Kumpeh Sepakat Truk Batu Bara Boleh Melintas Mulai Jam 7 Malam

Ini dilakukan warga berdasarkan hasil musyawarah warga dan pemuda setempat yang dilakukan pada Mei lalu.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Deni Satria Budi
TRIBUNJAMBI/SYAMSUL
Truk batu bara dilarang melintas pada siang hari oleh warga di Muaro Kumpeh. Karena baru diperbolehkan pada pukul 19.00 WIB 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Truk bermuatan batu bara yang melintas di Jalan Muaro Kumpeh, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi, mulai Minggu (1/7) pagi hingga sore hari diberhentikan warga sekitar.

Ini dilakukan warga berdasarkan hasil musyawarah warga dan pemuda setempat yang dilakukan pada Mei lalu.

Berdasarkan informasi yang didapat, hasil musyawarah tersebut adalah truk bermuatan batu bara hanya diperbolehkan melintas setelah pukul 19.00 WIB dan wajib menutup rapi muatannya agar tidak tumpah ke jalan. Hasil musyawarah itu ditandatangani oleh Kepala Desa Muaro Kumpeh, Hamid, Ketua Forum Kades Kumpeh Ulu dan Taman Rajo.

Aksi dilakukan warga khususnya pemuda desa setempat sesuai hasil musyawarah desa yang dilaksanakan pada pertengahan Mei lalu itu, mobil batu bara dilarang melintas pada saat siang hari.

truk batu bara
Truk batu bara dilarang melintas pada siang hari oleh warga di Muaro Kumpeh. Karena baru diperbolehkan pada pukul 19.00 WIB

"Aksi ini kami lakukan berdasarkan hasil rapat beberapa waktu lalu dimana mobil batu bara tidak boleh melintas siang hari. Harus melintas setelah pukul 7 malam dan harus menutup rapi muatannya dengan terpal," kata Nitravianto, pemuda yang mengikut aksi, Minggu (1/7).

Selain itu, Ia mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan informasi tersebut melalui bentuk spanduk yang dipasang pada jembatan Muaro Kumpeh. Mereka berharap tidak ada lagi truk bermuatan batu bara yang melintas saat siang hari.

"Selain jam melintas, kami juga meminta pengusaha batubara untuk bisa melakukan penyiraman di jalan," jelas dia.

Ia mengatakan bahwa aksi ini mereka lakukan secara damai tanpa tindakan anarkis. Namun, pihaknya tetap berharap agar truk muatan batu bara bisa menaati hasil musyawarah tersebut.(*)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved