Muntah Seperti Lumpur Habis Itu Linglung, Bupati Jember Gregetan Jenazah TKI Faida Tak Kunjung Kelar
Diketahui bahwa Jenazah Amintyas sudah tertahan di rumah sakit 14 hari lebih, pihak keluarga...
Istri almarhum dan kedua anaknya, serta sang ibu juga nampak tak kuasa menahan kesedihan kepergian almarhum, dengan memeluk peti jenazah.
“Alhamdulillah, berkat perjuangan dan doa. Ya Allah, saya terimakasih anak saya ada yang menolong. Terimakasih, semoga kebaikan dibalas oleh Allah,” ucap Misti, ibu kandung almarhum Amintyas.
Misti mengaku, dari dalam lubuk hati yang paling dalam sebenarnya tidak rela anak pertamanya itu merantau ke Malaysia sejak berangkat sekitar 4 bulan lalu.
Baca: Lebaran 2018 Suka Duka Pemadam Kebakaran Saat Idul Fitri, Ada Rasa Bangga Bisa Membantu Orang
Baca: Cara Kirim Ucapan Selamat Idul Fitri 2018 Serentak di Kontak Whatsapp, Ini Panduannya
“Saya itu jujur dari lubuk hari paling dalam sebenarnya tidak rela dia ke Malaysia, karena di sini sudah ada pekerjaan tinggal duduk dan menunggu pembeli. Bulan lalu sempat video call, dia baik-baik saja, namun kemudian temannya mengabari kalau anak saya kritis dan harus dirawat di rumah sakit,” tuturnya.
Almarhmum di Malaysia bekerja sebagai petugas kebersihan di sebuah kantor perusahaan.
Kemudian oleh keluarga di rumah Jember diberikan doa sambil video call dan dikirim doa agar sehat bersama seorang kyai.
“Saat itu video call dan dikirim doa, dia disana sempat muntah seperti berupa lumpur, habis itu linglung. Beberapa hari lagi juga keluar seperti lumpur lewat hidungnya, padahal saat diperiksa dokter di rumah sakit tidak apa-apa, jantungnya sehat,” ujarnya.
Sepekan almarhum dirawat di rumah sakit Kuala Lumpur Malaysia kondisi kesehatan makin memburuk dan kritis.
Setelah Amintyas menghembuskan nafas terakhir.
Sehingga, kini semua kekhawatiran Amintyas pun terbukti
“Tanggal 27 Mei tidak ada umurnya, kami bersedih dan bingung harus bagaimana agar jenazah bisa sampai Jember,” ujarnya.
Selama bekerja di Malaysia, almarhum merupakan seorang ayah yang baik dan mengirim nafkah tiap bulan. Bahkan utang untuk berangkat ke Malaysia juga sudah terlunasi. Jenazah Amintyas sebelumnya dalam pemulangan ke Jember dibantu langsung oleh Bupati Faida serta sejumlah pihak.
“Kami meminta camat dan kepala desa untuk mendata warga jember yang menjadi TKI yang terdaftar maupun yang belum terdaftar, khusus yang belum terdaftar untuk diproses menjadi TKI yang terdaftar sehingga dapat menerima haknya bila ada musibah,” terang Bupati Faida.
Baca: Rusia VS Arab Saudi Ramalan Kucing Asal Petersburg Ini Ternyata Benar, Bisa Nyamain Gurita Nih
Baca: Nurbuat Meninggal Dunia, Ini Kekhasan Tiap Anggota Srimulat yang Selalu Diingat