Kamis, 9 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Pesona Gurun Pasir Telaga Biru Ini, Serasa Berwisata di Timur Tengah

Sejauh mata memandang hanya ada hamparan pasir putih, telaga-telaga air berwarna biru mirip oase, dan terik matahari yang menyengat.

Editor: Teguh Suprayitno
kompas.com
Wisatawan berpose di ornamen buatan yang disediakan pengelola di Gurun Telaga Biru Bintan, Kepulauan Riau, belum lama ini.(KOMPAS.com/IKA FITRIANA ) 

TRIBUNJAMBI.COM - Kabupaten Bintan menyuguhkan pesona alam luar biasa indah.  Berada di tempat ini seolah sedang berada di Timur Tengah.

Sejauh mata memandang hanya ada hamparan pasir putih, telaga-telaga air berwarna biru mirip oase, dan terik matahari yang menyengat.

Inilah Gurun Pasir Telaga Biru di Dusun Busung, Kecamatan Tanjung Uban, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.

Letaknya sekitar 45 menit perjalanan darat dari bandara RHF Tanjung Pinang maupun dari pelabuhan Tanjung Pinang. Jika dari pelabuhan Tanjun Uban hanya sekitar 15 menit saja.

Tidak disangka jika gurun pasir ini sebelumnya adalah area penambangan pasir bauksit yang kini sudah mengeras seperti karang. Penambangan sudah lama dihentikan sejak Orde Baru masa pemerintahan Presiden Soeharto.

Puluhan tahun hanya terbengkalai, cekungan-cekungan bekas galian terisi air hujan yang lama kelamaan berubah menjadi telaga air berwarna biru.

Gurun Telaga Biru di Desa Busung, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, belum lama ini. (KOMPAS.com/IKA FITRIANA)
Gurun Telaga Biru di Desa Busung, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, belum lama ini. (KOMPAS.com/IKA FITRIANA) (kompas.com)

Baru beberapa tahun terakhir masyarakat setempat mulai mengelola tempat ini menjadi obyek wisata. "Dulu di sini penambangan pasir yang diekspor ke Singapura, sekitar tahun 1980an, lalu dihentikan pada masa Presiden Soeharto. Puluhan tahun hanya dibiarkan saja, oleh warga kemudian dikelola jadi tempat wisata sampai sekarang," ujar Makmur (44) warga setempat, belum lama ini.

Setelah dibuka untuk wisata, gurun telaga biru ramai dikunjungi wisatawan. Sebagian besar mereka takjub dengan hamparan pasir seluas 6.000 hektar ini dan birunya telaga di tengah-tengahnya.

Wisatawan tidak perlu bayar tiket masuk, mereka hanya akan dikenakan tarif parkir kendaraan Rp 2.000 untuk sepeda motor dan Rp 5.000 untuk mobil.

Gurun Telaga Biru di Desa Busung, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, belum lama ini. (KOMPAS.com/IKA FITRIANA)
Gurun Telaga Biru di Desa Busung, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, belum lama ini. (KOMPAS.com/IKA FITRIANA) (kompas.com)

"Setiap hari ramai, apalagi kalau akhir pekan. Tidak hanya dari Tanjung Pinang saja, banyak dari luar pulau datang kemari," ujar Makmur.

Obyek wisata ini sangat cocok untuk berfoto-foto ria. Apalagi disediakan beragam properti untuk menambah keunikan hasil foto, seperti ayunan, boneka unta, hiasan bambu dan arena memanah. Harganya relatif murah, berkisar Rp 5.000 per orang.

Selain itu ada juga perahu bebek dan perahu kano khusus di telaga dengan tarif sewa Rp 15.000 - Rp 20.000.

Makmur mengimbau wisatawan untuk menyiapkan kacamata, topi atau pelindung kepala dan kaki karena terik matahari sangat menyengat jika siang hari.

Gurun Telaga Biru di Desa Busung, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, belum lama ini. (KOMPAS.com/IKA FITRIANA)
Gurun Telaga Biru di Desa Busung, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, belum lama ini. (KOMPAS.com/IKA FITRIANA) (kompas.com)

Lelah berkeliling gurun, wisatawan bisa beristirahat sambil menikmati es kelapa muda dan aneka minuman di kedai-kedai sekitarnya.

Margareta, wisatawan asal Kota Magelang, Jawa Tengah mengaku takjub dengan pemandangan gurun pasir Telaga Biru ini.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved