Poliklinik di RSUD Abdul Manap Tutup Selama Lebaran, Rudi Pardede: Masyarakat Bisa Langsung ke UGD

Maka bagi pasien yang akan berobat, bisa langsung ke UGD saja karena disana ada dokter dan perawat yang stand by 24 jam,” ujarnya.

Penulis: Rohmayana | Editor: Deni Satria Budi
TRIBUNJAMBI/SAMSUL BAHRI
RSUD H Abdul Manap 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rohmayana

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Selama cuti lebaran, poliklinik rawat jalan di rumah sakit Abdul Manap akan tutup. Namun, bagi Anda yang ingin berobat di rumah sakit Abdul Manap tetap bisa dilayani oleh dokter dan perawat yang jaga.

Masyarakat bisa langsung datang ke ruang UGD rumah sakit Abdul Manap. Disana, selama cuti lebaran yang cukup lama, pasien rawat jalan akan dilayani langsung oleh dokter jaga di UGD.

Rudi Pardede, Direktur Umum Rumah Sakit Abdul Manap Kota Jambi, mengatakan,  selama cuti lebaran, masyarakat yang ingin berobat jalan, bisa langsung datang ke ruang UGD. Sebab, ruang poliklinik akan tutup hingga 21 Juni 2018 mendatang.

Baca: Dapat Amplop dari Jokowi, Inul Daratista Kesenengan Bukan Main: Atiku Semriwing

“Selama cuti lebaran, poliklinik rawat jalan akan tutup. Maka bagi pasien yang akan berobat, bisa langsung ke UGD saja karena disana ada dokter dan perawat yang stand by 24 jam,” ujarnya.

Menurut Rudi, hal ini juga berlaku untuk pasien yang datang dari luar kota. Ataupun pasien yang menggunakan kartu BPJS dari dalam maupun luar kota. Pihak rumah sakit akan tetap memberikan pelayanan. Sedangkan untuk pelayanan UGD dan rawat inap juga akan tetap buka untuk melayani masyarakat yang sakit.

“Untuk pelayanan yang lain akan tetap buka seperti UGD, rawat inap juga pasien BPJS yang datang dari luar. Kita akan tetap melayani. Bagi pasien gawat darurat ataupun yang harus menjelani operasi juga akan tetap dilayani dengan dokter kita,” tuturnya.

Baca: Dirut RSUD Abdul Manap Akui Gaji Pegawai di Bawah UMP

Rudi menjelaskan untuk dokter umum, dokter spesialis maupun perawat akan berjaga secara bergantian dengan sistem piket. Sebab, pelayanan kesehatan harus tetap berjalan meskipun harus cuti panjang. Sebab, pasien gawat darurat selalu ada tanpa memandang waktu.

“Kita berlakukan sistem piket. Baik untuk dokter dan perawat yang jaga. Juga bagi dokter spesialis, jika ada pasien yang harus ditangani khusus oleh dokter spesialis,maka akan ada dokter spesialis yang piket jaga secara bergantian. Intinya pelayanan kesehatan akan tetap berjalan seperti biasa,” jelasnya.

Begitu juga dengan jumlah tenaga medis yang berjaga. Baik di UGD maupun di rawat inap.

“Untuk jumlah tenaga medis yang jaga di masing masing tempat itu sama. Tidak ada yang kita kurangi, jumlahnya sama seperti biasanya,” katanya.

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved