Doa Naik Kendaraan Darat, Laut, Udara Mudik Lebaran 2018 dan Amalan Agar Selamat Dalam Perjalanan
Nah sebelum melakukan mudik ada baiknya kita berdoa dan melakukan amalan yang dipraktekkan Rasulullah SAW.
Penulis: bandot | Editor: bandot
TRIBUNJAMBI.COM - Bulan Ramadhan tak terasa telah memasuki 10 hari terakhir.
Sebentar lagi kita bakal meninggalkan bulan suci dan mulia ini untuk memasuki bulan Syawal.
Satu diantara tradisi jelang berakhirnya bulan Ramadan di Indonesia yakni mudik lebaran.
Sebuah perjalanan 'spiritual' demi bertemu dan berkumpul dengan keluarga di kampung halaman.
Setelah selama setahun bekerja di perantuan tiba waktunya untuk mudik dan berkumpul dengan keluarga saling maaf-maafan.
Nah sebelum melakukan mudik ada baiknya kita berdoa dan melakukan amalan yang dipraktekkan Rasulullah SAW.
Harapannya agar kepergian membawa berkah diberi keselamatan dan rumah yang ditinggalkan dalam perlindungan Allah SWT.
Berikut ini Tribunjambi.com melansirnya dari berbagai sumber.
Baca: Tata Cara Sholat Tasbih, Kerjakan Paling Tidak Sekali Sumur Hidup Inilah Keutamaannya
Dikutip dari nu.or.id kebiasaan Nabi Muhammad SAW sebelum bepergian selain pamitan, Rasulullah SAW menganjurkan shalat dua rakaat sebelum meninggalkan rumah.
Amaliah ini rutin Beliau lakukan ketika hendak berpergian. Apalagi saat meninggalkan rumah untuk jangka waktu yang lama.
Hal ini seperti yang dijelaskan Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu’ Syarhul Muhadzzab,
يستحب إذا أراد الخروج من منزله أن يصلي ركعتين يقرأ في الأولى بعد الفاتحة (قل يا أيها الكافرون) وفي الثانية (قل هو الله أحد) ففي الحديث عن النبي صلى الله عليه وسلم قال ما خلف عبد أهله أفضل من ركعتين يركعهما عندهم حين يريد سفرا. وعن أنس قال: كان النبي صلى الله عليه وسلم لاينزل منزلا إلا ودعه بركعتين، رواه الحاكم وقال هو صحيح على شرط البخاري ويستحب أن يقرأ بعد سلامه (آية الكرسي ولإيلاف قريش)
Artinya, “Disunahkan shalat dua raka’at menjelang keluar rumah. Pada rakaat pertama, disunahkan membaca surat Al-Kafirun dan membaca surat Al-Ikhlas untuk rakaat kedua.
Dalam sebuah hadis Nabi Muhammad SAW mengatakan, “Tidak ada amalan yang lebih utama ketika keluar rumah kecuali shalat dua raka’at”. Sahabat Anas menceritakan bahwa Nabi SAW tidaklah meninggalkan rumah sebelum shalat dua raka’at, (HR Al-Hakim). Setelah shalat, dianjurkan membaca ayat Kursi dan surat Quraisy.”
Sebelum keluar rumah, lakukanlah shalat dua raka’at. Dianjurkan membaca surat Al-Kafirun pada raka’at pertama, dan surat Al-Ikhlas pada raka’at kedua. Jangan lupa setelah shalat membaca ayat Kursi dan surat Quraisy.
Demikianlah amalan Nabi Muhammad SAW sebelum meninggalkan rumah. Semoga kita dapat mengamalkan dan membiasakannya.
Baca: VIDEO: Tanda-tanda Seseorang Menemukan Malam Lailatul Qadar
Dalam perjalanan dianjurkan bagi Anda untuk selalu mengigat Allah SWT dianjurkan banyak membaca surat Al Ikhlas.
Amalan Supaya Selamat Dalam Perjalanan
Ada amalan menarik yang pernah dikutip oleh Imam Az-Zarkasyi untuk semua orang yang ingin selamat dalam perjalanan. Ia mengutip kisah yang pernah diamalkan oleh al-Kiya al-Harasi, seorang yang lahir di tahun yang sama persis dengan Imam al-Ghazali, pada tahun 450 H dan wafatnya hanya selisih satu tahun. Jika al-Ghazali wafat tahun 505 H, al-Harasi wafat tahun 504 H.
Pemilik nama lengkap Abul Hasan Ali bin Muhammad At Thabari ketika akan melakukan perjalanan, ia membaca semua huruf yang ada di permulaan surat Al-Qur'an (fawatihus suwar). Mulai alif lam mim, alif lam mim, alif lam mim shad, alif lam ra', dan seterusnya yang berjumlah 29 potong ayat.
كَانَ اَلْكِيَا الْهَرَاسِيْ الإِمَامُ رَحِمَهُ اللهُ إِذَا رَكِبَ فِيْ رِحْلَةٍ يَقُوْلُ هَذِهِ الْحُرُوْفَ الَّتِىْ فِيْ أَوَائِلِ السُّوَرِ فَسُئِلَ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ مَا جُعِلَ ذَلِكَ فِيْ مَوْضِعٍ أَوْ كُتِبَ فِيْ شَيْئٍ إِلَّا حُفِظَ تَالِيْهَا وَمَالُهُ وَأَمِنَ فِيْ نَفْسِهِ مِنَ التَّلَفِ وَالْغَرَقِ
Artinya: Imam al-Kiya al-Harasi rahimahullah ketika sedang bepergian membaca huruf-huruf yang berada di permulaan surat-surat ini (awailus suwar). Beliau ditanya tentang amalan itu, lalu dijawab "Tidak ada tempat yang dibacakan itu atau tempat maupun barang yang dituliskan tulisan tersebut kecuali pembacanya dan hartanya akan dijaga, harta dan jiwanya aman dari kerusakan serta resiko tenggelam. (Badruddin Muhammad bin Abdullah Az Zarkasyi, Al-Burhan fi Ulumil Qur'an [Darut Turats, Kairo], vol 1, h. 434)
Jadi, menurut salah satu pakar fiqih madzhab Syafi'i ini, siapa saja yang mau membaca atau menulis di satu tempat, pembacanya akan selamat, harta jiwanya akan aman dari malapetaka dan tenggelam.
Baca: 10 Titik Rawan Kemacetan Mudik Lebaran 2018, Pemudik Jalur Darat Perhatikan Ini!
KH Abdul Qayyum Manshur, Lasem, ketika mengisi mauidhah hasanah di Haflah Khotmil Qur'an Pesantren At Taufiiqiyyah, Brabo, Grobogan mengatakan bahwa amalan ini sudah diijazahkan kepada masyarakat untuk siapa yang yang menginginkan sawahnya aman, selamat dari kecelakaan ketika bepergian, tidak tenggelam, atau sebagainya.
Berikut ini Tribunjambi.com juga kumpulkan beberapa doa yang dilafalkan saat naik kendaraan.
Lafadz Doa Naik Kendaraan Darat
سُبْحَانَ الَّذِىْ سَخَّرَلَنَا هَذَا وَمَاكُنَّالَهُ مُقْرِنِيْنَ وَاِنَّآ اِلَى رَبّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ
SUBHAANAL LADZII SAKHHORO LANAA HAADZAA WA MAA KUNNAA LAHUU MUQRINIINA WA INNAA ILAA ROBBINAA LAMUNGQOLIBUUNA.
Artinya:
Maha suci Allah yang memudahkan ini (kendaraan) bagi kami dan tiada kami mempersekutukan bagi-Nya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.
Lafadz Doa Naik Kendaraan Laut
بِسْمِ اللهِ مَجْرَهَا وَمُرْسَهَآ اِنَّ رَبّىْ لَغَفُوْرٌرَّحِيْمٌ
BISMILLAAHI MAJRAHAA WA MURSAAHAA INNA ROBBII LAGHOFUURUR ROHIIM
Artinya :Dengan nama Allah yang menjalankan kendaraan ini berlayar dan berlabuh sesungguhnya Tuhanku Maha Pemaaf lagi Pengasih.
DOA NAIK PESAWAT TERBANG
بِسْمِ اللَّهِ مَجْرَاهَا وَمُرْسَاهَا
(Bismillaahi majreehaa wa mursaahaa)
Artinya :
Dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya
Keterangan :
Doa ini bersumber dari Al-Qur'an, surat Huud ayat 41. Di zaman Rasulullah, doa ini hanya doa naik kendaraan laut, lalu setelah ada pesawat terbang, doa ini juga dipakai untuk naik pesawat terbang
Demikianlah kumpulan doa dan amalan saat sedang bepergian mudik lebaran tahun 2018. Semoga bermanfaat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/menyetir_20180608_121035.jpg)