VIDEO: Beraninya Perampok ini Ambil Kamera yang Sedang Digunakan Siaran Langsung Reporter
Selama beberapa bulan ini kepolisian kota London disibukkan dengan kawanan perampok bersepeda motor.
Ibu dari dua anak itu kemudian mencuit insiden yang dialaminya di Twitter.
Kemudian ia berterima kasih kepada para pengemarnya di Twitter dan menghargai rekannya Jimmy Connor dalam mengatasi perampokan itu.
“Terima kasih semua untuk perhatiannya. Kami baik-baik saja. @7_Cannon fantastis. Kriminalitas di London sangat gila,” cuit Laurel.
Masih cerita Laurel, mereka baru 20 menit berada di Exmouth Market, saat insiden itu terjadi.
Mereka memilih melakukan siaran di sana karena ada masalah tehnis di studio di Clerkenwell.
Baca: Sebentar Lagi Nih! Pantengin Live Streaming Persela Lamongan vs Mitra Kukar, Kick Off Jam 20.30 WIB!
Mereka baru saja rekaman selama 15 menit, saat Laurel melihat ada dua pria memakai balaclavas yang mendatangi.
Saat itu ia sempat merasa aneh, tetapi karena ia sedang sangat sibuk jadi tidak menyadari apa yang akan terjadi.
Laurel bilang, ia pernah mengalami situasi seperti itu sebelumnya di Rio de Jenairo saat liputan Olimpiade.
Namun, ia sudah tahu kota itu bisa menjadi berbahaya, jadi sudah bersiap.
Sementara perampokan yang dialaminya sama sekali tidak terduga karena berlangsung di London, di mana banyak orang berseliweran.
Setelah insiden itu, Laurel mengaku enggan untuk rekaman di luar lagi karena khawatir akan insiden lainnya.

Menurutnya, para perampoknya telah memikirkan cara pelarian. Mereka tidak peduli konsekwensinya.
“Itu adalah alat yang berat dan mereka kabur dengan naik sepeda di kawasan ramai dan dipenuhi kamera CCTV. Kurang ajar sekali dan mereka melakukannya karena mereka tahu bisa kabur,” kata Laurel lagi.
Menurutnya, jika kita tidak merasa aman di Exmouth Market yang ramai dengan orang-orang dan kamera CCTV di mana-mana, tempat mana lagi yang aman?
Baca: Anies Segel Pulau Reklamasi, Said Didu Tak Takut Sama Bos
Sementara Jimmy Cannon yang tinggal di Islington dan telah di Inggris selama dua tahun, mengatakan tidak pernah ada sebuah pilihan antara menyerahkan kamera atau melawan balik.