'Bercinta di Mars' akan Munculkan Subspesies Manusia Baru
para peneliti menyebutkan bahwa jika manusia benar-benar menetap dan berusaha untuk hamil, itu akan memunculkan awal spesies baru
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Bertahun-tahun lembaga-lembaga di seluruh dunia melakukan penelitian yang berkepanjangan tentang planet merah.
Sebagian penelitian berkonsentrasi bagaimana membangun basis manusia di sana.
Sementara itu perburuan orang Mars dan kehidupan asingnya juga berjalan berdampingan.
Kehidupan di Mars akan sangat menantang dalam hal menyiapkan sumber makanan dan elemen ramah lainnya, tantangan terbesar mungkin seks.
Sebuah penelitian baru yang diterbitkan oleh tim ilmuwan internasional melihat tantangan reproduksi di Mars dan hasilnya.
Kehidupan di Mars akan menjadi lebih kompleks.
Dilansir dari latestly.com, makalah yang dihasilkan para peneliti menyebutkan bahwa jika manusia benar-benar menetap dan berusaha untuk hamil, itu akan memunculkan awal spesies baru.
Ada banyak kemungkinan itu, kehamilan itu bisa saja sukses dan membesarkan anak di Mars bukan hal yang tak mungkin.
Namun ada banyak masalah yang bisa muncul ketika manusia mencoba untuk membangun populasi di planet baru.
Rintangan yang paling jelas untuk gagasan ini adalah gravitasi yang rendah.
Lingkungan bisa menimbulkan bahaya bagi proses konsepsi dan kehamilan yang tampaknya mudah di planet Bumi.
Mars hanya memiliki sepertiga gravitasi dari Bumi, dan ini dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan bagi orang-orang di Mars.
Mengenai hal ini ada cukup bukti dari para ilmuwan yang telah menghabiskan banyak waktu di ruang angkasa.
Dengan mempelajari biologi para ilmuwan ini, telah diamati bahwa otot mereka memburuk dengan cepat dan struktur tulang juga melemah.
Beberapa astronot bahkan menghadapi masalah dalam visi mereka.
Ini adalah kasus-kasus dengan badan-badan sehat yang bepergian ke luar angkasa.