Banjir di Jambi Seperti Lumpur Lapindo, Menyembur Langsung Dari Dalam Tanah
"Dapur saya hanyut, saya hanya bisa menyelamatkan beberapa barang. Apalagi semalam saya sedang sakit dan masih menderita stroke ..."
Penulis: Rohmayana | Editor: Duanto AS
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rohmayana
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Saat hujan deras melanda, sejumlah titik di Kota Jambi kebanjiran. Peristiwa itu terjadi pukul 07.00-03.00.
Ketinggian banjir mencapai tinggi hingga lutut orang dewasa.
Silaban, warga RT 56, Kelurahan Paal Merah, mengatakan tiba-tiba air hujan masuk dari bagian belakang dan bagian depan rumah. Akibatnya, warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang yang ada.
Apalagi saat banjir, dia sedang makan malam bersama suami. Tiba-tiba saja air masuk ke rumah seperti lumpur Lapindo yang naik ke dalam rumah dari dalam tanah hingga memporak-porandakan dapur miliknya.

"Dapur saya hanyut, saya hanya bisa menyelamatkan beberapa barang, apalagi semalam saya sedang sakit dan masih menderita stroke sehingga saya dan keluarga harus mengungsi ke rumah keluarganya karena banjir yang semakin naik," katanya.
Setelah pukul 03.00, barulah dia pulang kerumahnya dan melihat keadaan papan dapur yang sudah hanyut. Serta barang-barang elektronik yang sudah tidak bisa dipakai lagi akibat sering terkena banjir.
"Memang sudah sering banjir tapi tidak Separah ini, kalau kemarin air itu seperti menyerang dari depan dan belakang rumah," katanya.
Baca: VIDEO: Ashanty Unggah Insta Story di Dapur Mulan Jameela, Netizen Sebut Kumuh
Baca: 3 Pemuda Diciduk Polisi di Depan Warnet, Saat Diperiksa, Ada Benda Mengejutkan di Pinggangnya
Baca: Harga Minyak Melonjak, Perusahaan Tambang Ramai-ramai Tambah Produksi Batubara
Begitu juga dengan Tamar seorang warga yang rumahnya juga ikut terendam menangis ke sejumlah awak media saat bercerita. "Aku tidak tahu lagi harus gimana, yang penting aku selamatkan anak-anakku saja dulu," katanya.
Terlihat bagian lantai dapur rumah Tamar sudah retak akibat air yang masuk kerumahnya. Karena dapur rumah Tamar tepat berada disebelah drainase.
"Selama ini kan cuma banjir kecil biasa jadi kami tidak pernah mengadu dengan Pemerintah atau developer perumahan. Tapi dengan kejadian ini kami minta Lah Pemerintah mengantisipasi agar tidak lagi terjadi banjir didaerah ini, kasihan anak-anak kami," katanya.
Sama halnya dengan Tia yang juga merupakan warga RT 56 mengaku tidak sempat lagi menyelamatkan barang barang berharga seperti ijazah,buku nikah, kartu keluarga, dan sertifikat tanah. Karena menurutnya saat banjir datang dirinya sedang berbuka puasa.
"Tidak sempat lagi saya menyelamatkan barang-barang berharga, saat banjir kami langsung mengungsi karena air langsung tiba-tiba tinggi," katanya.
Saat pagi, tampak semua penghuni RT 56, di Perumahan Grand LA City yang diperkirakan sekitar 50 kartu keluarga menjemur semua yang alat rumah tangga yang terendam banjir. Termasuk di antaranya surat berharga, pakaian, barang elektronik dan lainnya.
Baca: Hindari Konvoi, Pengumuman Kelulusan akan Dikirim Lewat SMS
Baca: Kenali Virus Nipah yang Tewaskan 13 Warga India,Ini Gejala dan Cara Menghindari