Cerita Muslim Islandia yang Harus Berpuasa Selama 22 Jam, Ada yang Pilih Puasa 18 Jam

Meski amat panjang, Sulaiman tak merasa berat saat menjalankan ibadah puasa kali ini.

Cerita Muslim Islandia yang Harus Berpuasa Selama 22 Jam, Ada yang Pilih Puasa 18 Jam
cntraveler.com
Reykjav√≠k, Islandia. 

"Saat kami membaca beberapa ayat Al Quran terkait puasa, Allah mengatakan, Dia berkenan memberi kemudahan bagi manusia," kata Mansoor.

Dia menambahkan, kerap mendengar kabar beberapa orang jatuh pingsan atau sakit akibat durasi puasa yang terlalu panjang.

Satu lagi umat Muslim Islandia adalah Yakub, pemilik sebuah restoran kebab di Reykjavik.

Sepanjang bulan Ramadhan, Yakub tetap membuka warungnya, menjual makanan untuk pelanggannya, sementara dia sendiri tetap menjalankan ibadah puasa.

"Saat Anda menjual makanan dan tidak makan, tentu saja rasa lapar itu ada. Namun, itu bukan alasan untuk menghentikan puasa," ujar Yakub.

"Jika Anda mengimani sesuatu, maka Anda akan menjalankan kewajiban Anda," tambah Yakub.

Tak jarang demi menghemat waktu, sekelompok umat Muslim berbuka bersama di sebuah masjid dan dilanjutkan dengan shalat tarawih.

Usai shalat tarawih mereka kemudian siap untuk santap sahur sebelum kembali ke kediaman masing-masing.

Dua masjid di ibu kota Reykjavik sepakat untuk mengikuti jam terbit dan terbenamnya matahari di Islandia.

Sementara beberapa masjid lain dan komunitas Muslim Islandia memilih menjalankan puasa dengan jadwal negara Eropa lain.

Halaman
1234
Editor: budi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved