Ini Hasil Uji Lab Limbah PT LSP di Sarolangun

Terkait adanya dugaan tercemarnya air sungai di Kecamatan Bathin VII oleh limbah sedimen abu boiler

Ini Hasil Uji Lab Limbah PT LSP di Sarolangun
tribunjambi/wahyu herliyanto
Dinas Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi melakukan sidak terkait dengan adanya dugaan pembuangan limbah ke sungai secara sengaja oleh PT Lambang Sawit Perkasa (LSP) yang berlokasi di Kecamatan Bathin VIII, Kabupaten Sarolangun. Selasa (22/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Wahyu Herliyanto

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Terkait adanya dugaan tercemarnya air sungai di Kecamatan Bathin VII oleh limbah sedimen abu boiler PT Lambang Sawit Perkasa (LSP), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sarolangun melakukan uji lapangan di beberapa air sungai yang diduga tercemar.

Hal ini untuk mengetahui apakah air sungai tersebut masuk katagori berbahaya atau tidak.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sarolangun, Deshendri didampingi sekretaris dinas, kabid lingkungan serta staf labor mengatakan, bahwa setelah dilakukan uji lapangan, untuk sementara, derajat keasaman (pH) air sungai tersebut masih diambang normal dan tidak masuk katagori berbahaya.

"Hasil lapangan setelah dilakukan uji kadar air masih di bawah baku mutu, karena batas aman untuk air itu yakni pHnya nya 7 sampai 9, jika lebih dari itu memang cukup berbahaya untuk dikonsumsi oleh tumbuhan maupun manusia, jadi untuk saat ini masih dalam batas normal," ujar Deshendri.

Meskipun demikian, pihaknya tetap akan menindak lanjuti dan melakukan pengawasan. Bahkan pihaknya akan menurunkan tim pengawasan dan penyidik lingkungan hidup untuk memastikan apakah ada pencemaran sebelumnya atau tidak.

"Nanti kita teliti lebih lanjut, undang-undang kita jelas tidak ada satu orangpun dibebaskan membuang limbah," katanya

Katanya, untuk sementara tidak menimbulkan keresahan ditengah masyarakat, karena saat ini (pH) sementara masih dalam normal.

"Untuk sementara (pH) masih normal, cuma yang jadi persoalan bagi masyarakat karena pandangan mata, kok ada bekas-bekas yang tidak enak dipandang mata," katanya

Ia juga berharap agar pembuangan limbah dari sedimen abu boiler tersebut tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Pihak perusahaan diminta agar melakukan pembersihan lingkungan segera mungkin. (*)

Tags
limbah
Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved