Sabtu, 11 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Ulan, dari Nyanyi Dangdut Terperangkap Nyabu Gara-gara Teman Kerja, Ini Kisahnya

Awalnya ia hanyalah perempuan biasa, sehari-hari ia hanyalah seorang penyanyi dangdut yang sering diundang

Penulis: nisyah | Editor: Nani Rachmaini
tribunjambi/chairul nisyah
Wulandari, warga binaan yang menggunakan jilbab 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Awalnya ia hanyalah perempuan biasa, sehari-hari ia hanyalah seorang penyanyi dangdut yang sering diundang dari panggung ke panggung. Ulan panggilannya.

Wanita 29 tahun ini, memiliki nama panjang Ulandari.

“Semua berjalan seperti biasanya hidup di tengah keluarga yang bahagia tidak berlebihan namun tidak juga kekurangan,” ucapnya saat diwawancarai Tribun, (7/5).

"Sampai pada akhirnya saya dikenalkan kepada narkotika jenis sabu oleh seorang teman kerja saya. Awalnya saya benar-benar tertarik dengan hal itu, namun karena sering melihat teman-teman menggunakan akhirnya saya berpikir untuk mencoba."

“Itulah kesalahan awal saya. Mengingatnya saja membuat saya sedih,” ucapnya.

Ulan adalah salah satu warga binaan yang terkena pasal tentang penggunaan narkotika. Ia divonis menjalankan hukuman selama dua tahun.

Saat ini, Ulan telah menjalani masa hukumanya selama satu tahun enam bulan. Ia diberikan kesempatan oleh Bapas menjadi warga binaan bebas bersyarat. Ia diwajibkan lapor ke badan Bapas satu bulan sekali.

Ditemui pada kesempatan kegiatan kemandirian yang dilakukan oleh Bapas. Ulan yang diwawancarai oleh Tribun, mengaku sangat senang dapat mengikuti pelatihan cara membuat bakso dan mie ayam.

Baginya kegiatan seperti ini bukan hanya tentang sebuah kesempatan, ia menganggapp hal ini juga merupakan apresiasi kepada orang seperti dirinya yang tidak mudah diterima kembali oleh masyarakat umum.

“Mungkin benar kami pernah melakukan kesalahan dan kami pun menyesalinya. dengan adanya kesempatan ini saya pribadi akan menggunakan kesempatan ini sebaik-baiknya,” ucap Ulan penuh semangat.

"Saya sebelum ini adalah seorang penyanyi dangdut yang sering manggung dari satu pengguna pengguna lainnya. Dengan ada masalah saya ini mungkin agak berat untuk orang lain menerima saya bekerja kembali."

"Karena itu dengan adanya pelatihan kemandirian ini saya berharap kami warga binaan dapat mandiri untuk menjalani hidup normal lagi ke depannya."

"Setidaknya jika kami tidak diterima lagi untuk bekerja, kami dapat melakukan apapun yang kami mampu dalam hal sehari-hari. Pelatihan membuat bakso dan mie ayam ini membuat kami mendapatkan ilmu baru. Yang bisa kami praktikan dan lakukan untuk masyarakat umum."

"Saya pribadi, mengambil hikmah dari pelajaran hidup yang sudah saya lalui. Untuk para perempuan yang di luar sana yang belum pernah mencoba narkotika, saya meminta dan memohon dari hati paling dalam untuk kalian jangan pernah sekali sekali mencoba narkotika jenis apapun itu."

"Masih banyak hal yang bisa kita lakukan jika kita dalam keadaan terpuruk sekalipun, ingat kita masih memiliki Tuhan yang tidak akan membiarkan kita benar benar terpuruk."

"Dan untuk teman teman yang mungkin telah mengenal dunia narkotika jenis apapun itu, dari hati yang paling dalam saya juga meminta untuk kalian memikirkan kembali masa depan kalian sendiri, orang tua dan lingkungan kalian."

"Kasihani mereka, yang mungkin menggantungkan harapan pada diri kalian," tutupnya

(Foto wulandari yang menggunakan jilbab)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved