KDRT

KDRT dan Kekerasan Seksual Meningkat, DP3A Sarolangun Berencana Gandeng Organisasi Wanita

Banyaknya angka kekerasan dalam rumah tangga dan pelecehan seksual terhadap anak di Sarolangun membuat pihak Dinas Pemberdayaan

KDRT dan Kekerasan Seksual Meningkat, DP3A Sarolangun Berencana Gandeng Organisasi Wanita
TRIBUN JAMBI/TEGUH SUPRAYITNO

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Teguh Suprayitno

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Banyaknya angka kekerasan dalam rumah tangga dan pelecehan seksual terhadap anak di Sarolangun membuat pihak Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak ( DP3A ) Sarolangun harus memutar otak untuk mencari solusi agar kasus kekerasan dan pelecehan bisa ditekan.

Sudirman Kepala DP3A Sarolangun saat ditemui mengatakan, untuk menekan tingginya angka KDRT dan pelecehan anak dirinya berencana menggandeng organisasi wanita yang ada dalam wilayah Kabupaten Sarolangun.

Baca: Pengumuman Kelulusan SMA - Kadisdikbud Sarolangun Sampaikan Imbauan

“Upaya untuk menekan itu, kami akan segera membuat kerjasama dengan pihak PKK, GOW, Majlis Taklim Kaum Ibu, Ormas dan OKP,” kata Sudirman, Senin (30/4).

Menurutnya, langkah yang direncakannya itu bakal sangat efektif, sebab bersentuhan langsung dengan masyarakat. "Tidak hanya itu saja, pendekatan keagamaan juga akan kita lakukan makanya majlis taklim dan para Da’i juga akan kita libatkan dalam persoalan ini," katanya.

Namun sebelum melakukan sosialisasi dirinya akan membuat rencana kerja dan sasaran yang tepat untuk dilakukan sosialisi terkait kekerasan pada ibu dan anak.

“Rencana kerja akan kita dahulukan, kita butuh juga kajian, baik dari sudut hukum, pendidikan, Psikologi maupun persoalan sosial, misalnya kita akan meminta bantuan pihak kepolisian, kejaksaan, ahli psikologi dan pihak dinas pendidikan,” terangnya.

Oleh sebab itu, dia mengakui bahwa angka itu tidak akan bisa ditekan jika kerjasama semua pihak tidak berjalan baik.

Baca: Enam Tahun Jalan Wisata Air Panas dan Air Terjun Sungai Medang Rusak Parah

Baca: Didampingi Anggota DPRD, 80 Warga SAD di Kecamatan Bathin VIII Antusias Bikin KK dan KTP

Pada 2017, kasus kekerasan anak tercatat 38 kasus yang terdiri dari 15 kasus pelecehan, 11 kasus perkosaan, 2 kekerasan, kasus 5 kasus pembunuhan, dan 5 kasus pencurian.

Sementara tahun yang sama kasus kekerasan dalam rumah tangga tercatat ada 12 kasus. Jumlah tersebut terdiri dari laporan kekerasan fisik satu kasus, kekerasan seksual dua kasus, dan tujuh kasus kekerasan psikis serta dua kasus penelantaran ekonomi.

Penulis: Teguh Suprayitno
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved