Aliran Listrik Putus 16 Jam Lebih, Warga Mestong Pening
"Ya, mati kan dari sebelum magrib. Biasanya paling mati sebentar. Mati pukul 18.00, pukul 19.00 hidup. Ini kita .."
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Duanto AS
Laporan Wartawan Jambi, Samsul Bahri
TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Hingga 16 jam lebih, aliran listrik ke kawasan Kecamatan Mestong, Kabupaten Muarojambi, putus. Kondisi itu terjadi sejak Minggu (22/4) pukul 18.10.
Satu di antara desa yang terdampak, yaitu Desa Suka Maju, Kecamatan Mestong. Aktivitas warga terganggu.
Itun, warga RT 09, Suka Maju, mengatakan aktivitas sebagai ibu rumah tangga dan pedagang terganggu. Itu lantaran sebagian besar aktivitas membutuhkan listrik.
"Ya, mati kan dari sebelum magrib. Biasanya paling mati sebentar. Mati pukul 18.00, pukul 19.00 hidup. Ini kita tunggu sampe tengah malam belum hidup. Terpaksa masak nasi di kompor biasa. Biasanya kan pakai mejikom. Jualan es hari ini juga tidak jualan, karena cair," jelasnya
Hal serupa dirasakan leh Budi akibat listrik tak mengalir. Semua alat komunikasinya mati total. Dengan adanya mati lampu, jaringan komunikasi di rumah tidak berjalan lancar.
"Dampak adanya padam listriknya sangat gangu saya. HP, laptop saya mati. Padahal semua itu kebutuhan saya untuk bekerja. Saya juga bingung kenapa mati lampu selama ini, 15 jaman mati kek gini. Apa memang dak ada perbaikan atau seperti apa," ujarnya.
Terkait aliran listrik di kawasan Kecamatan Mestong terganggu, tribunjambi.com mencoba untuk mengonfirmasi PLN.
Baca: Setelah Di-PHK, Justru Istrinya Berpakaian Ketat, Iwan Cekik Istri Hingga Tewas
Baca: Callind Alias Calling Indonesia Bakal Saingi WhatsApp, Ciptaan Gadis Kebumen
Baca: Pakai Google Assistant Aktivitas Online Lebih Mudah, Caranya Mudah Banget
Manajer PLN Area Jambi, Haris Andika, mengatakan kondisi pelanggan setelah LBS Pure masih padam. Sementara petugas masih lacak titik gangguan sepanjang LBS Pure ke ujung jaringan.
"Jadi mohon bersabar, Pak," ujarnya via pesan whatsapp.
Dia menjelaskan bahwa LBS Pure merupakan nama saklar yang ada di jaringan, untuk mematikan sementara.
"Kalau di rumah seperti MCB. Dimatikan sementara karena masih ada gangguannya. Jika sudah ketemu dan sudah diamankan/diperbaiki, baru bisa dinyalakan, Pak," ujarnya.