Jokowi Batalkan Pembangunan Rel Kereta Api Jambi-Palembang, Dishub Jambi Tunggu Surat
Pembangunan rel kereta api Jambi-Palembang yang menggunakan anggaran pemerintah pusat dipastikan batal.
Penulis: Muzakkir | Editor: Nani Rachmaini
Laporan Wartawan Tribunjambi Muzakkir
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pembangunan rel kereta api Jambi-Palembang yang menggunakan anggaran pemerintah pusat dipastikan batal.
Batalnya pembangunan ini telah disepakati oleh tim dan juga Presiden Joko Widodo.
Tak hanya pembangunan rel kereta api Jambi - Palembang.
Ada 13 proyek lainnya yang dicoret dari proyek strategis nasional (PSN). Dan itu tersebar di berbagai provinsi yang ada di Indonesia dengan anggaran Rp 246 triliun.
Proyek-proyek yang dikeluarkan dari daftar PSN ini antara lain proyek kereta api Jambi-Palembang, pembangunan rel kereta api Provinsi Kalimantan Timur, proyek sistem penyediaan air minum air minum regional di Sumatera Utara, kemudian Bendungan Pelosika di Sulawesi Tenggara, lalu kawasan Ekonomi Khusus Merauke.
Jadi semuanya ada 14 proyek dan terdapat tambahan 1 usulan PSN dan 1 program tambahan.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi Varial Adhi Putra ketika dikonfirmasi mengenai hal ini sedikit terkejut, sebab selama ini proses sosialisasi dilapangan tidak ada masalah.
"Saya belum tau itu," kata Varial, Selasa (17/4).
Jika memang benar terjadi, pihaknya sangat menyayangkan sekali, sebab ini merupakan transportasi yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Jambi.
"Kita belum menerima keputusan resmi dari Kemenhub berkaitan dengan informasi pembatalan pembangunan jalur rel kereta api palembang Jambi, namun kalau itu benar terjadi sangat disayangkan," kata Varial.
Mendapatkan informasi itu, Varial langsung menghubungi pihak kementerian. Katanya, informasi terakhir dari biro perencanaan Kemenhub, pihaknya juga masih menunggu hasil notulen rapatnya.
"Untuk itu kita tunggu saja rilis resminya dari Kemenhub," kata Varial. (*)