Astaga, Angka Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan Meningkat Tahun Ini
Ira mengatakan kondisi itu meningkat, namun saat ini korban sudah berani untuk melaporkan kekerasan sekaligus melakukan konsultasi kepada...
Penulis: Rohmayana | Editor: Duanto AS
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rohmayana
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Angka kekerasan pada anak cenderung meningkat pada 2018. Itu berdasarkan data yang disampaikan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Jambi.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Jambi, Ira, tahun sudah terjadi 18 kekerasan terhadap perempuan dan anak. Sebanyak 10 di antaranya kekerasan terhadap anak dan delapan kekerasan terhadap perempuan(rumah tangga).
Ira mengatakan kondisi itu meningkat, namun saat ini korban sudah berani untuk melaporkan kekerasan sekaligus melakukan konsultasi kepada Tim Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).
"Kita juga bersyukur saat ini sudah banyak perempuan yang berani melakukan konsultasi saat terjadi kekerasan dalam rumah tangga. Kita bukan berarti tidak mau angka kekerasan dalam rumah tangga menurun, namun menjadi seperti gunung es karena korban tidak berani melapor akibat takut dan lainnya," kata Ira.
Baca: Jumilah Sulap Pelepah Sawit Jadi Piring Cantik, Kerajinan Dari Ibu PKK Desa Sumber Agung
Baca: Cari Orang Pintar Dari Aceh - Cirebon Demi Nyai Zahara, Sudah Sepekan Tak Ketemu
Angka it meningkat dibandingkan 2017, dimana angka kekerasan dalam rumah tangga yakni sebanyak 67 kasus. Menurutnya, kekerasan dalam rumah tangga terjadi seperti pelecehan seksual, pemukulan terhadap istri, serta kakak beradik yang melakukan tindak kekerasan.
"Dari 18 kasus ini semuanya berhasil di mediasi oleh tim P2TP2A. Begitu juga dengan 67 kasus di tahun sebelumnya diselesaikan dengan cara mediasi," katanya.
Saat ini, pihaknya sudah membuat gugus layak anak dan pencegahan KDRT bagi kader PKK. Sehingga semua kader PKK bisa berperan dalam mengurangi tingkat KDRT sekaligus bisa menjadi tempat layananan konsultasi di tingkat kelurahan.
"Kita berharap warga yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga berani untuk melaporkan kejadian ini baik kepada kader PKK di tingkat kelurahan maupun ke Tim P2TP2A," ujarnya.
Menurutnya, semua urusan yang menyangkut kekerasan dalam rumah tangga tim P2TP2A sudah memiliki jalur kerjasama. Baik dengan pihak kepolisian, rumah sakit, psikolog dan pengadilan.
"Sehingga korban yang mau melapor dan berkonsultasi, akan mendapat perlindungan yang jelas," ujarnya.
Baca: VIDEO: Astronot Muslim Salat Saat di Luar Angkasa, Ini Kisah Perjalanannya
Baca: Mengharukan, Kondisi Sony Wakwaw Usai Tak Pernah Muncul di TV, Kerja Kerasnya Untuk Keluarga