6 Fakta Novita Hotel, Dari Interniran Zaman Belanda, Ganti Nama, Presiden SBY, Kebakaran 15 Jam
Sebagai gambaran, awalnya di kompleks itu berdiri bangunan penjara Belanda tempat interniran orang jahat.
TRIBUNJAMBI.COM - Ada beberapa fakta menarik terkait Novita Hotel yang berada di Kota Jambi. Bangunan hotel berbintang pertama di Jambi ini hangus terbakar pada Senin (9/4).
Bangunan itu memiliki catatan sejarah tersendiri untuk Jambi masa lalu, hingga saat ini.
Menjadi catatan, pencuri, perampok dan pedagang karet ilegal pernah "menginap" pada masa lalu. Kemudian saat bangunan hotel berdiri, pengusaha, artis bahkan presiden pernah menginap di sini.
Sebagai gambaran, awalnya di kompleks itu berdiri bangunan penjara Belanda tempat interniran orang jahat. Kemudian berdiri Novotel, hingga berubah menjadi Novita Hotel.
Baca: Ini Harapan Menkes untuk RSUD Raden Mattaher Jambi
Baca: Dokter Iwan Ngadu ke Menteri Kesehatan, Jambi Kekurangan Spesialis Jantung
Ini enam fakta tentang Novita Hotel:
1. Bekas penjara
Pada 1930, Pemerintah Belanda membangun gedung strafgevangenis (penjara dalam bahasa Belanda) untuk menghukum pencuri, rampok dan pedagang karet ilegal.
Beberapa gedung penjara dibangun di kawasan Kampung Encelek, Kampung Manggis dan daerah Pasar.
2. Menjadi hotel
Pada 29 September 1996, PT Tirta Mas Jaya mendirikan sebuah Hotel berbintang 4 di atas tanah seluas 70 X 100 meter persegi. Dengan menggandeng Chain Hotel Accor International sebagai, satu di antara leading business hotel management, berdirilah Novotel Jambi, yang menjadi land mark dan leading Hotel di kota Jambi.
Ya, sebelumnya hotel ini bernama Novotel. Dengan mengutamakan kenyamanan dan pelayanan kepada pelanggan-pelanggan, Novotel Jambi menyediakan 148 kamar dengan berbagai tipe dan juga fasilitas.
3. Berubah nama Novita Hotel
Terjadi perubahan nama hotel sejak 30 Mei 2010. Hotel Novotel tidak lagi bernaung di Accor Group.

Baca: BREAKING NEWS Kirim Narkoba Naik Mobil Mewah, Polda Jambi Amankan 3 Kg Sabu Asal Medan