Alm Gus Dur-kah yang Pakai Jasa Cambridge Analytica?

Syahdan di tengah gejolak politik pasca lengsernya Suharto, seorang pria Inggris menemui Yenny Wahid buat

Alm Gus Dur-kah yang Pakai Jasa Cambridge Analytica?
Kompas/Totok Wijayanto
Abdurrahman Wahid 

TRIBUNJAMBI.COM - Syahdan di tengah gejolak politik pasca lengsernya Suharto, seorang pria Inggris menemui Yenny Wahid buat menawarkan jasa memoles citra sang ayah, Abdurrahman Wahid.

Untuk itu dia membangun pusat operasi berteknologi canggih di sebuah gedung bertingkat di Jakarta yang dilengkapi dengan 25 komputer teranyar dan 16 televisi layar datar buat memantau pemberitaan media.

Ruang rahasia bernama Jakarta International Media Research Centre itu ternyata hanya umpan kosmetik tanpa substansi untuk membuat klien terpana. Cara serupa sering digunakan Nigel Oakes, pendiri Strategic Communication Laboratories alias SCL yang menjadi induk perusahaan Cambridge Analytica.

Baca: Wartawan Diintimidasi Saat Potret Calon Gubernur Ngopi Bareng Kepala Dinas

"Saya berhutang keberhasilan pemilu pada SCL berkat komunikasi strategisnya," tutur Gus Dur dalam sebuah testimoni untuk SCL seperti dilansir Quartz.

Tidak jelas apakah almarhum Gus Dur benar-benar menggunakan jasa SCL untuk menggeser Megawati yang saat itu dirundung animo anti pemimpin perempuan.

Kepada Kumparan, Yenny Wahid melalui bekas jurubicara kepresidenan Wahyu Muryadi mengaku tidak pernah bertemu dengan Oakes seperti yang diklaim SCL.

Menurut dokumen SCL yang diterima Quartz, perusahaan asal London itu mendapat kontrak dari Partai Kebangkitan Bangsa dan ditugaskan mencari cara meredam frustasi masyarakat di era Presiden BJ Habibie. Oakes lalu membuat survey di seluruh Indonesia dengan jumlah responden sebanyak 72,000 orang.

SCL menemukan kebanyakan insiator aksi demonstrasi adalah mahasiswa di kelompok umur 18 hingga 25 tahun.

Dengan bantuan pemerintah, SCL lalu membiayai "aksi protes terogranisir" sebagai ajang buat mahasiswa menyalurkan ketidakpuasannya dan menjauhkan mereka dari kerusuhan atau demonstrasi berdarah.

Halaman
12
Editor: suci
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved