Probosutedjo Lawan Penyakit Ini Selama 20 Tahun, Ini Cara Mengenali Kanker Tiroid
Adik Presiden ke-2 RI Soeharto, Probosutedjo ternyata telah menderita penyakit cukup lama. Hal ini diungkapkan oleh Rindang Sari
Kanker tiroid adalah kanker yang menyerang kelenjar tiroid yang merupakan kelenjar terbesar di tubuh manusia yang menghasilkan hormon tiroid.
Hormon tiroid atau yang juga sering disebut kelenjar gondok sendiri berfungsi untuk menghasilkan hormon tiroksin yang berguna untuk meningkatkan metabolisme tubuh.
Fungsi lain adalah mengatur metabolisme zat gizi (karbohidrat, lemak, protein), membantu pertumbuhan tulang dan saraf, serta membantu tubuh menghasilkan panas.
Gejala kanker ini kebanyakan terlihat pada munculnya benjolan di leher yang disebabkan oleh membengkaknya kelenjar tiroid.
Namun pada beberapa kasus, benjolan ini tak terlihat.
Untuk, memastikan ada atau tidaknya kanker, dr. Dante Saksono H., SpPD-KEMD., PhD, spesialis endokrinologi, menyarankan untuk meraba bagian leher.
“Coba raba kelenjar di leher, caranya dengan meraba leher di depan cermin, telan ludah, lalu rasakan kalau ada yang bergerak dari bawah ke atas,” terang dr. Dante Saksono H., SpPD-KEMD., PhD.
Baca: Pengawas SPBU Tempat Serena Diisi Pertalite 78,1 Liter Curiga Pengemudi Tak Mau Cek Tangki
Baca: Ingat Video Viral Pelecehan Perawat RS ke Pasiennya di Surabaya? Ini Jeritan Istrinya Minta Keadilan
Deteksi dini dengan cara raba, telan, dan rasakan sendiri bisa dilakukan untuk melihat benjolan di leher sehingga memungkinkan untuk mempercepat penyembuhan dengan pengobatan yang tepat.
Perlu diwaspadai juga apabila terdapat benjolan di leher yang ditandai dengan rasa nyeri pada saat menekan leher.
Selain itu, gejala lain kanker tiroid yakni ditandai dengan perasaan gelisah, sulit tidur, badan mudah berkeringat, gondok membesar, berat badan menurun drastis, diare, tangan gemetar hingga gangguan menstruasi.
Sayangnya deteksi dini tersebut tak cukup untuk mendeteksi kanker tiroid lebih akurat, seperti yang dijelaskan oleh dokter dari Divisi Metabolik Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM, Jakarta ini.
Untuk lebih akuratnya, dapat dilakukan ultrasonografi tiroid (USG tiroid).
Disebutkan, bahwa munculnya kanker tiroid umumnya tidak dirasakan karena memang tidak mengganggu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/26032018_prabosutedjo-dan-soeharto_20180326_163345.jpg)