Waffen-SS Pasukan Andalan Nazi yang Dihianati Pemimpinnya
Menjelang berakhirnya perang, ketika pasukan Nazi terus terdesak mundur, dan Tentara Merah mendekati Berlin, kekejaman
TRIBUNJAMBI.COM - Menjelang berakhirnya perang, ketika pasukan Nazi terus terdesak mundur, dan Tentara Merah mendekati Berlin, kekejaman SS pun juga tertuju terhadap bangsanya sendiri.
Mereka menangkapi prajurit Jerman yang dianggap melarikan diri, dan langsung mengeksekusinya dengan menggantung mereka sebagai ‘pengeut’ atau ‘penghianat’.
Padahal tak jarang para prajurit yang naas itu memang terpisah dari induk pasukannya karena situasi medan perang.
Baca: Ditanya Pidato Prabowo Soal Indonesia Bubar 2010, Jokowi Tertawa Menanggapinya
Kefanatikan Waffen-SS membuatnya merasa hanya merekalah yang sesungguhnya dapat menjadi juru selamat Jerman pada saat-saat genting itu.
Ketika itu Tentara Merah pimpinan Marsekal Zhukov dan Koniev sudah menjelang pintu gerbang masuk Berlin.
Sedangkan di Barat tentara Jenderal Patton dan Montgomery pun sudah berhasil menyeberangi Sungai Rhine.
Hitler di sarangnya yang berupa bunker bawah tanah, semakin mundur fisik maupun mentalnya.
Ia tidak tahu kondisi lapangan yang sebenarnya lagi. Namun ia tetap mampu menguasai kesetiaan banyak pengikutnya, walau tidak lagi seluruhnya seperti dulu.
Misalnya para tokoh seperti laksamana Karl Doenitz, Heinrich Himmler, dan Dr Albert Speer berniat menuju utara, sementara Hermann Goering dan Ribbentrop mau ke selatan menjauhi Berlin, dan juga Hitler.
Mereka berpamitan dengan Hitler dan masing-masing mencari jalan sendiri sekeluarnya dari bunker yang dijaga ketat oleh SS-Leibstandarte.
Hitler tetap menunjukkan kehangatan kepada para sobat dan rekan seperjuangannya, seolah-oleh tak peduli bahwa mereka akan meninggalkannya.
Pemimpin Nazi tadi merasa masih memiliki formula ajaib yang akan membalikkan situasi peperangan. Formula itu bernama Steiner.
SS-Obergruppenfuhrer (Jenderal) Felix Steiner adalah seorang prajurit penuh pengalaman.
Panglima III SS Germanische Korps. Hitler menuruh harapan besar pada pasukan Steiner yang dianggapnya mampu menjadi penyelamat terakhir.
Padahal koprs tersebut tinggal namanya saja, sebab kenyataannya kekuatan Steiner tinggal tiga batalion ditambah sejumlah tank.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/22032018_pasukan-nazi_20180322_161646.jpg)