Hari Puisi Sedunia
Peringatan Hari Puisi Sedunia - Idolakan Chairil Anwar Dalam Menulis Puisi
Hari puisi sedunia diperingati pada 21 Maret tiap tahunnya. Hal ini ditetapkan oleh UNESCO yang bertujuan untuk mendukung
Penulis: Nurlailis | Editor: Fifi Suryani
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Nurlailis
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Hari puisi sedunia diperingati pada 21 Maret tiap tahunnya. Hal ini ditetapkan oleh UNESCO yang bertujuan untuk mendukung keragaman linguistik lewat ekspresi puitis serta menjaga agar nilai-nilai bahasa tidak punah.
Satu diantara Penulis Jambi, Rini Febriani Hauri membagikan pengalamannya dalam menulis puisi. Ia mengatakan biasa menuliskan dalam HP terlebih dulu ketika ada momen puitik datang baru setelah itu mengolah dalam laptop.
“Ada dua hal yang membuat saya menulis. Menulis karena didatangi ilham dan menulis karena ada deadline, misalnya ada undangan menulis. Namun saya tetap menyempatkan menulis puisi minimal dua per bulan. Meski ini masih mentah, harus diendapkan lagi, untuk kemudian disunting lagi menjadi puisi agar lebih matang,” ungkapnya kepada Tribunjambi.com, Rabu (21/3).
Baca: Peringatan Hari Puisi Sedunia - Berharap Penulis Puisi Jambi Tidak Mati
Ia mulai menulis sejak SMP baru kemudian serius menekuni saat kuliah. Panutan menulisnya adalah gurunya seorang penyair Cimahi, Hasta Indriyana dan Chairil Anwar. Ia menyenangi Khairil Anwar karena puisinya tidak hanya berupa ungkapan hati saja, namun sudah sampai ke tahap filosofis, yakni mengembalikan manusia sebagai subjek kehidupan dan menyadarkan kepekaan pembaca terhadap kehidupan.
“Puisi Chairil Anwar selalu memenuhi lima lapis norma Roman Ingarden, yakni lapis bunyi (sound stratum), lapis arti (units of meaning), lapis objek, lapis dunia, dan lapis metafisika. Kalau penulis luar, saya suka William Butler Yeats, diksinya sangat kuat dan logika bahasa yang ia bangun sangat mengagumkan,” tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/21032018_penulis-jambi_rini-febriani-hauri_20180321_210900.jpg)