Kamis, 28 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

FOTO: Beberapa SMP di Kota Jambi terancam Tak bisa UNBK

Rencana Pemerintah Kota Jambi agar seluruh SMP di Kota Jambi bisa melaksanakan UNBK sepertinya mulai terkendala.

Tayang:
Penulis: Rohmayana | Editor: Nani Rachmaini
tribunjambi/rohmayana
Komisi IV DPRD Kota Jambi melakukan peninjauan ke beberapa SMP yang akan melaksanakan UNBK, Rabu (28/2/2018). 

"Karena waktu UNBK 1,5 bulan lagi, namun persiapan berupa penyambungan instalasi, ruang, serta kelayakan komputer belum kita lakukan," katanya.

Dia juga mencontohkan, seperti di SMPN 2 Kota Jambi. Sekolah tersebut belum memiliki komputer penunjang UNBK.

Hal yang sama juga terjadi di SMPN 10 Kota Jambi. Di sana sekolah hanya memiliki 4 unit komputer akan tetapi komite sekolah memfasilitasi para orangtua murid untuk melakukan pengadaan 10 unit komputer.

"Kita harapkan sekolah lain seperti ini, jadi komitenya aktif dan punya inisiatif sendiri," katanya.

Sementara itu, Kabid SMP Dinas Pendidikan Kota Jambi, Aryanto mengatakan bahwa pihaknya sedang berkoordinasi dengan kementrian pendidikan dan kebudayaan terkait masalah ini.

Pihaknya juga belum bisa memastikan kapan komputer tersebut akan tiba di Kota Jambi.

"Kami akan koordinasi, sore ini kami berangkat untuk tanyakan hal ini," katanya.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 4 Kota Jambi, Budi mengatakan bahwa pihaknya telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang, termasuk jika komputer pengadaan Dinas Pendidikan Kota Jambi dan bantuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tidak bisa datang tepat waktu.

"Kami sudah punya plan A dan plan B," katanya.

Budi mengatakan bahwa jumlah siswa kelas 9 di SMPN 4 yang akan mengikuti ujian nasional tahun 2018 ada sebanyak 349 siswa.

Jumlah itu nantinya akan dibagi menjadi tiga sesi.

"Jadi total kami membutuhkan laptop atau komputer sebanyak 115 komputer, tapi idealnya 120, 5 nya untuk jaga-jaga jika ada kerusakan," katanya.

Untuk itu, pihaknya juga telah menggelar simulasi dengan mengadakan ujian semester kepada siswa berbasis komputer menggunakan laptop milik siswa.

Simulasi tersebut selain memperkenalkan ujian berbasis komputer, juga dalam rangka pemetaan jumlah komputer atau laptop yang dimiliki oleh siswa.

"Bukan hanya siswa, tapi kami juga petakan jumlah laptop yang dimiliki oleh guru dan pegawai di sekolah kami," katanya.

Kata Budi, dari hasil pemetaan tersebut jumlah laptop yang dimiliki oleh siswa kelas 9, ada sebanyak 88 laptop.

Dari jumlah itu, hanya 50 laptop yang layak pakai atau bisa digunakan.

Sementara jumlah laptop yang dimiliki oleh guru dan pegawai di SMP Negeri 4 Kota Jambi ada sebanyak 35 laptop.

"Artinya baru ada 85 laptop. Sisanya akan kami survey ke kelas 7 dan kelas 8," katanya.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved