PKL Korban Kebakaran Sungai Penuh Direlokasi ke Terminal
"Kita lakukan lagi pertemuan dan musyawarah dengan pedagang dan warga, akhirnya diputuskan relokasi PKL..."
Penulis: hendri dede | Editor: Duanto AS
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Hendridede Putra
TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH - Berbagai alternatif yang ditawarkan Pemkot Sungaipenuh untuk relokasi pedagang kaki lima (PKL) korban kebakaran, mendapat penolakan. Akhirnya, PKL ditempatkan di Terminal Kota Sungai Penuh.
Kabid Pasar Dinas Pasar Kota Sungai Penuh, Dedi Iriyanto, mengatakan pemkot menyarankan PKL pindah ke lantai dua Kincai Plaza. Namun, mereka menolak dengan alasan akan sepi pembeli. Pedagang meminta tetap di tempat semula, yakni di badan jalan bekas lokasi kebakaran.
Permintaan itu diakomodir Wali Kota Sungai Penuh, setelah mengadakan pertemuan dengan para pedagang dan instansi terkait. Warga lokasi kebakaran Desa Pasarbaru menolak lapak PKL dibangun ulang, karena warga merasa lapak PKL akan menjadi kendala saat musibah kebakaran, seperti yang telah terjadi mobil damkar tidak bisa masuk.
"Kita lakukan lagi pertemuan dan musyawarah dengan pedagang dan warga, akhirnya diputuskan relokasi PKL ke terminal," ungkapnya.
Setelah pedagang setuju direlokasi ke terminal, lanjut dia, pihaknya langsung mempersiapkan lokasi untuk para PKL korban kebakaran, agar dapat segera dibangun lapak PKL dan bisa ditempati para pedagang untuk memulai usahanya.
"Hari ini kita lakukan pengambilan nomor lapak untuk PKL, agar pembagian lapaknya bisa merata untuk setiap PKL korban kebakaran, berdasar data yang kita miliki," ungkapnya.
Dengan ditempatkannya lokasi PKL di terminal, lanjut dia, dalam waktu dekat masyarakat sudah bisa berbelanja ke terminal, khususnya untuk sepatu, pakaian, jilbab dan buah.
BACA Maia Ungkap Rahasia Besar Perceraian dengan Dhani Pada 3 Putranya
BACA Selamat Pagi, yang Populer Semalam, Nama Puncak Gunung Kerinci - Cewek Bercelana Pendek
"Kita tidak ingin mengulur waktu, karena pedagang sudah lama tidak melaksanakan usahanya, apalagi itu merupakan satu-satunya mata pencaharian para pedagang, untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. Jadi dalam beberapa hari kedepan PKL di terminal sudah bisa menjalankan usaha dagangnya," jelasnya.
Dia berharap, tingkat pembeli ke terminal tetap ramai seperti dilokasi sebelumnya. Lokasi diterminal juga bagus dan sangat memadai.
"Harapan kita aktivitas jual beli di terminal bisa lancar dan pengunjungnya ramai, karena lokasinya bagus dan mudah dijangkau," ungkapnya.
Untuk pedagang yang lapak terbakar sudah direlokasi diterminal sebanyak 190 lapak sistem pembagian dengan cara cabut undian. Itu supaya tidak ada kecurigaan pedagang dan permainan lainnya di terminal itu, menjelang ada tempat tetap nantinya.
BACA BREAKING NEWS Aksi Mahasiswa di Unja Bentrok
BACA Puluhan Mahasiswa Geruduk Kantor, Bupati Romi Langsung Adang, Namun Ini yang Terjadi