Sabtu, 2 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

PDAM Tirta Mayang Jambi Kehilangan Air Setara Rp 2 Miliar per Tahun

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- PDAM Tirta Mayang Kota Jambi setiap tahun mengalami kerugian seitar Rp 2 miliar.

Tayang:
Editor: ridwan
TRIBUNJAMBI/ROHMAYANA
Kantor PDAM Tirta Mayang Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- PDAM Tirta Mayang Kota Jambi setiap tahun mengalami kerugian seitar Rp 2 miliar. Hal ini disebabkan karena pencurian air (tapping) oleh pelanggan yang tidak bertanggungjawab.

Direktur Teknik PDAM Tirta Mayang, Sasli Rais menyebutkan, bahwa hingga saat ini masih banyak pihak yang melakukan pencurian air. Ini menyebabkan kerugian cukup besar bagi PDAM. "Kerugian akibat tapping mencapai Rp 2 miliar per tahun," ujarnya Senin (14/2).

Kata Sasli kehilangan air yang dialami oleh PDAM mencapai 41 persen. Dalam satu bulan, PDAM bisa kehilangan air 900 kubik. Ini karena masih banyaknya masyarakat yang melakukan tindakan melanggar hukum dengan merubah meteran air.

"Ini tidak hanya merugikan PDAM namun juga merugikan pelanggan lain. Sebab, kita sudah menyalurkan air sesuai kebutuhan pelanggan. Jika masih banyak mencuri air, maka kebutuhan pelanggan lainnya terganggu," katanya.

Pada 2018 ini, salah satu program PDAM adalah fokus pada penanganan kehilangan air. Ditargetkan tahun ini tingkat kehilangan air hanya 10 persen. PDAM mengancam akan membawa kasus pencurian air ke ranah hukum. Sehingga pelaku pencurian air bisa diproses di kepolisian.

"Tahun ini fokus kita mengurangi tingkat kehilangan atau kebocoran air. Kita akan melakukan pengecekan lebih mendalam sehingga kerugian akibat kehilangan air ini bisa ditekan," katanya.

Selain adanya pelaku pencurian air (tapping), penyebab kehilangan air oleh PDAM adalah masih banyaknya jaringan perpipaan yang sudah tua. Sehingga kebocoran pipa kerap terjadi dan mengakibatkan banyaknya kehilangan air.

"Makanya tahun ini kita juga memiliki program untuk menukar pipa yang sudah tua. Merenovasi jaringan yang ada di perumahan atau di jalan yang sudah tertimbun. Kami juga mencari pelanggan yang tapping liar dan akan kita proses secara hukum," ujarnya.

Wali Kota Jambi Syarif Fasha meminta masalah kehilangan air agar cepat diproses. Sehingga PDAM tidak mengalami kerugian cukup besar. Sebab, menurut Fasha saat ini pelayanan PDAM sudah mencapai 75 persen.

"Namun 75 persen itu kan hitungannya berdasarkan air yang produksi, tidak menghitung jumlah rumah yang sudah kita layani. Saat ini di Kota Jambi ada sekitar 200 ribuan bangunan, namun kita sudah mengalirkan air ke 70 ribu pelanggan. Artinya ada masyarakat yang mengambil air PDAM tapi tidak bayar. Sehingga harus ada satuan tugas khusus yang harus dibentuk untuk menangani masalah ini," ujar Fasha. (cya)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved