Hari Buruh
Mahasiswa Turun ke Jalan Bela Buruh di Jambi, Cari Kerja Kini Sulit
Fahri, mahasiswa Institut Islam Ma'arifJambi, mengatakan keterlibatan mahasiswa dalam aksi ini dilandasi oleh kondisi sosial dan ekonomi yang
Penulis: Rifani Halim | Editor: asto s
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Aksi massa saat peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kantor Gubernur Jambi juga diikuti oleh kalangan mahasiswa, Jumat (1/5/2026).
Mahasiswa turut bergabung bersama buruh, petani, dan elemen masyarakat lainnya untuk menyuarakan keresahan yang dirasakan saat ini.
Fahri, mahasiswa Institut Islam Ma'arifJambi, mengatakan keterlibatan mahasiswa dalam aksi ini dilandasi oleh kondisi sosial dan ekonomi yang dinilai semakin sulit, khususnya bagi para pencari kerja.
“Melihat kondisi negara saat ini, untuk mencari kerja saja sudah sangat sulit. Banyak juga kasus pemutusan kerja sepihak tanpa kesepakatan,” ujarnya.
Ia menilai persoalan buruh bukan hanya dialami pekerja saat ini, tetapi juga menjadi kekhawatiran bagi mahasiswa sebagai calon tenaga kerja di masa depan.
Menurut Fahri, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menyuarakan persoalan yang terjadi di tengah masyarakat, termasuk yang dialami buruh dan petani.
“Kami melihat kegelisahan itu. Banyak dari kami juga berasal dari keluarga petani dan buruh yang merasakan langsung dampaknya, seperti pemecatan sepihak dan sengketa lahan yang belum selesai,” jelasnya.
Senada dengan itu, Raditya, mahasiswa Universitas Jambi, menyebut kehadiran mahasiswa dalam aksi merupakan bentuk kesadaran bersama terhadap kondisi yang terjadi.
Ia juga menanggapi situasi di lapangan, di mana jumlah aparat keamanan terlihat lebih banyak dibanding massa aksi.
“Mungkin masih banyak masyarakat yang belum bisa bergabung. Tapi ke depan kami berencana menggelar aksi lagi dengan massa yang lebih besar,” katanya.
Terkait tidak hadirnya Gubernur Jambi dalam aksi tersebut, Raditya mengatakan pihaknya mendapat informasi bahwa gubernur sedang mendampingi kunjungan Menteri Koordinator Pangan.
“Dari informasi yang kami terima, gubernur tidak hadir karena ada kunjungan dari Pak Menko Pangan,” pungkasnya.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa bersama buruh menyuarakan berbagai tuntutan, mulai dari persoalan ketenagakerjaan hingga keadilan agraria. (Tribun Jambi/Rifani Halim)
Baca juga: Daftar Lokasi Demo Buruh di Jambi, Ketua Partai Buruh: Beda Itu Hal Biasa, Harus Kompak
Baca juga: Buruh Jambi Desak Pemerintah Bentuk UU Ketenagakerjaan Baru Paling Lambat 31 Oktober
| Massa Buruh Demo di Kantor Gubernur Jambi, Soroti Upah Murah hingga Outsourcing |
|
|---|
| Breaking News May Day, Buruh dari Tugu Keris Kota Jambi Tuntut Upah Layak |
|
|---|
| Catur Rahayu, Buruh Pabrik Tekstil Digaji Rp15 Ribu per Bulan meski Sudah Kerja 25 Tahun |
|
|---|
| Peringati Mayday, BPJS Ketenagakerjaan Jambi Gelar Senam Sehat dan Sosialisasi Program JKP |
|
|---|
| Peringati Hari Buruh, Persatuan Buruh Kabupaten Batanghari Harap Hak-hak Diberikan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Aksi-massa-saat-peringatan-Hari-Buruh-Internasional-May-Day-di-Kantor-Gubernur.jpg)