Nenek 90 Tahun Ini Masih Ingat Semua Nama 87 Cucu dan Cicitnya
TRIBUNJAMBI.COM, BRISBANE - Sejak masih kecil Beryl Bulman (90) selalu mendambakan memiliki keluarga besar
TRIBUNJAMBI.COM, BRISBANE - Sejak masih kecil Beryl Bulman (90) selalu mendambakan memiliki keluarga besar yang bahagia.
Namun, Beryl asal kota Rockhampton, Queensland, Australia ini, tak akan pernah menyangka dia benar-benar memiliki keluarga besar. Bahkan, perempuan ini memiliki 87 orang cucu dan cicit.
Beryl memiliki delapan anak, 33 cucu, 51 orang cicit, dan bahkan cucu perempuan ini sudah memiliki dua orang cucu.
Jika ditotal seluruh cucu dan cicit Beryl seluruhnya mencapai 86 orang. Dan pada bulan depan Beryl bakal mendapatkan cicit terbaru sehingga jumlah seluruh cucu dan cicitnya mencapai 87 orang.
Baca juga : Nenek Ini Berjalan 24 Km Antar Cucunya yang Lumpuh ke Sekolah
Di dalam keluarga besar ini terdapat berbagai macam profesi seperti dokter, tukang kayu, ahli listrik, guru, intinya hampir semua profesi ada di dalam keluarga Beryl.
"Kecuali satu profesi, yaitu tukang ledeng. Ibu selalu bercanda agar seseorang dalam keluarga kami segera menjadi tukang ledeng," kata Michelle Baily, salah seorang putri Beryl.
Sebenarnya, cicit Beryl, Tegan Green yang pertama kali menyadari betapa besarnya keluarga itu.
Saat Tegan sedang mengandung putranya pada 2015, dia kemudian memutuskan untuk membuat pohon keluarga.
"Saya selalu tahu memiliki keluarga yang amat besar. Saya kira waktu itu saya hanya ingin memastikan seberapa banyak jumlah keluarga kami," ujar Tegan.
"Dan, hasilnya amat mengejutkan," ujar perempuan ini.
Setelah dia menyelesaikan pohon keluarga itu, Tegan menyadari anak yang dikandungnya bakal menjadi cicit ke-40 Beryl.
"Awalnya saya kira dia akan menjadi cicit ke-34. Dan mengetahui anak saya adalah cicit ke-40 dan tiga tahun kemudian cicit ke-51 lahir, sungguh luar biasa," tambah dia.
Namun, kejutan terkait sang nenek Beryl belum berakhir.
"Saat saya katakan kepada nenek bahwa Damon (anak Tegan) adalah cicitnya yang ke-40, nenek tak percaya dan mengatakan mungkin saya salah hitung," kenang dia.