Isi Tausiyah di Jambi, Berapa Tarif Ceramah Ustaz Abdul Somad? Apa Saja Fasilitasnya?
Ustaz Abdul Somad, Lc, MA bakal memberikan ceramahnya di Jambi tanggal 29-31 Januari 2018.
TRIBUNJAMBI.COM - Ustaz Abdul Somad, Lc, MA bakal memberikan ceramahnya di Jambi tanggal 29-31 Januari 2018.
Usataz asal Provinsi Riau tersebut dijadwalkan bakal memberi tausiyah di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Kota Jambi.
Baliho jadwal tausiyah ustaz kondang ini selama di Jambi telah dipasang di beberapa ruas jalan Kota Jambi.
Dari jadwal yang diperoleh Tribun Jambi Ustaz Abdul Somad diperkirakan sampai di Bandara Sultan Thaha kota Jambi pada Senin, 29 Januari 2018 sekitar pukul 08.30
Kemudian Ustaz Abdul Somad akan mengisi Tausiah di panggung utama kantor Haji dan Umroh Chairul Umam,
Senin siang Ustaz dijadwalkan berangkat ke Tanjung Jabung Timur.
Sekitar pukul 16.00 UAS akan memberikan tausiyah di Masjid Agung Nur Addarojad Pemkab Tanjabtim.
Malamnya Ustaz Abdul Somad akan langsung bertolak kembali ke Kota Jambi,
Selasa (30/1/2018) Ustaz Abdul Somad dijadwalkan Salat Subuh berjamaah di Masjid Jami Assaadah The Hok.
Kemudian pada pukul 06.30 WIB mengadakan silaturahmi dengan alumni Al Azhar di Kantor Chairul Umam
UAS dijadwalkan juga akan mengisi tausiahnya di Pondok Pesantren Daaru Attauhid Kumpeh Selasa pagi sekitar 08.30WIB.
Siangnya setelah Salat zuhur Ustad Abdul Somad akan mengisi tausiah di Balaikota Jambi yakni sekitar pukul 13.30 WIB.
Baca: Salat Tak Khusyuk dan Pikiran Melayang-layang? Ikuti Nasehat Ustaz Abdul Somad Ini Mudah Kok!
Selanjutnya Selasa malam ba 'da Isya UAS juga akan mengisi ceramah di Masjid Al Falah sekitar pukul 19.00 - 21.00 WIB.
Rabu (28/1/2018) Ustaz Abdul Somad dijadwalkan melakukan salat subuh dan taklim subuh di Masjid Agung As Sulthon di Sarolangun.
Blak-blakan Soal Tarif
Sebagian jamaah di Indonesia kini sedang menggandrungi Ustadz Abdul Somad Lc MA (40), seorang dai kondang yang jenaka.
Mereka yang menggandrungi Ustadz Somad, mendengarkan ceramahnya secara langsung dari mimbar maupun melalui media sosial.
Sangat mudah menemukan ceramah lengkap maupun potongan ceramah beliau pada situs berbagi video YouTube.
Dalam ceramahnya, pendakwah dan ulama asal Pekanbaru, Riau ini sering mengulas berbagai macam persoalan agama, khususnya kajian ilmu hadits dan Ilmu fikih.
Baca: Begini Tata Cara Salat Gerhana Bulan Saat Supermoon Biru 31 Januari, Terakhir Terjadi 150 Tahun Lalu
Selain itu, ia juga banyak membahas mengenai nasionalisme dan berbagai masalah terkini yang sedang menjadi pembahasan hangat di kalangan masyarakat.
Ulasan yang cerdas dan lugas, ditambah lagi dengan keahlian dalam merangkai kata yang menjadi sebuah retorika dakwah, membuat ceramah Ustadz Somad begitu mudah dicerna dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan masyarakat.
Kajian-kajiannya yang tajam dan menarik membuat banyak orang suka ceramah atau tausiahnya.
Di tengah kesibukannya sebagai dosen Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim, Pekanbaru, Riau, Ustadz Somad kini harus keliling Indonesia menghadiri berbagai macam undangan.
Entah berapa undangan beliau yang dipenuhi dalam sehari, seminggu, atau sebulan.
Apakah anda punya niat mengundang beliau dalam waktu dekat ini?
Jika ya, mungkin jadi pertanyaan selanjutnya adalah, berapa sih tarif beliau sekali diundang atau apa saja syarat dipenuhi untuk mengundangnya?
Sudah menjadi rahasia umum jika sebagia penceramah kondang memasang tarif mahal dan berbagai syarat lain ketika hendak diundang.
Akibatnya, tak jarang terdengar rumor jika ada undangan ditolak atau batal dihari sang penceramah gara-gara tak deal soal berapa harus dibayar.
Namun, bagaimana dengan Ustadz Somad?
"Apakah pihak Ustadz Somad menentukan nominal tarif untuk undangan ceramah?"
Demikian pertanyaan yang ditulis seseorang pada selembar kertas yang dibacakan Ustadz Somad di hadapan para jamaah saat menghadiri undangan organisasi kemasyarakatan Islam.
Lalu apa jawaban Ustadz Somad?
"Sampai sekarang, belum lagi. Sebelum saya tentukan (tarif) ini, undanglah. Tapi kalau saya sudah tentukan (tarif), payahlah yang ngundang," kata dia disambut tawa jamaah.
Hingga saat ini, dia mengaku tak pernah memasang tarif saat diundang.
Dirinya malah senang ketika banyak yang mengundang.
Selanjutnya, ada juga pertanyaan yang sepertinya bukaan dari jamaah di hadapannya, saat itu.
Pertanyaannya adalah soal fasilitas ketika diundang.
"Ustadz Somad, katanya kalau penceramah ini diundang minta tiket pesawatnya 3, harus kelas eksekutif, harus Garuda, Lion tak mau karena delay," demikian pertanyaan itu yang keluar langsung dari mulut ustadz alumnus Universitas Al-Azhar, Mesir dan Institut Dar Al-Hadits Al-Hassania, Maroko tersebut.
Lalu dijawab dia, "Saya ndak. Mau aja orang mengundang kita menyampaikan ayat-ayat Allah ini, alhamdulillah. Mestinya kita yang datang. Lalu dia bawa kita. Mestinya saya datang ke rumah ini, tapi kemudian diundang keluarga besar Hidayatullah, alhamdulillah."
Pada kesempatan itu, Ustadz Somad menyindir sebagian dai yang dikontrak stasiun televisi.
Berbeda dengan dirinya yang hingga kini memilih tak masuk tivi.
"Insya Allah, saya tak masuk tivi. Ustadz Abdul Somad akan kami kontrak sekian episode. Aku tak mau kontrak, nanti saya jadi lelaki kontrakan," kata dia.
Lanjut, "Kalau kebetulan saya ke Jakarta, kalian mau ajak saya (ceramah) subuh karena subuh kosong, kalian jemput saya ke hotel, oke.
Ustadz Somad mengaku enggan dikontrak stasiun televisi karena dirinya tak suka diatur-atur dalam ceraham.
Terlebih lagi harus di-makeup pihak tertentu.
"Tapi, kalau saya dikontrak, pakai pakaian begini, harus di-makeup oleh bencong, nanti tangannya harus begini, begini, aku tak bisa dibuat-buat gayanya. Kalau kalian mau ikut gayaku, ikut aku. Tak mau? Ya, usah. cari yang lain."(*)
Tarif
Lalu, berapa banyak uang harus dikelurkan untuk mengundang Ustadz Somad ceramah pada HUT MPR?
Belum diketahui hingga kini.
Soal tarif, alumnus Daar al-Hadits Al-Hassania Institute, Kerajaan Maroko dan Al Azhar, Mesir tersebut tak mematok.
Setidaknya hal itu diakui pemilik akun Ahmad Sofyan Sauri dan mengaku berasal dari Cimahi, Jawa Barat.
Ceritanya, dia yang mengaku pedagang grosiran di Cimahi mencoba mengundang Ustadz Somad ceramah di Masjid Nurul Falah, Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi.
Sang ustadz pun telah mengonfirmasi akan hadir, tepatnya pada Juli 2018.
Sebagai imbalan dari jamaah yang akan mendengarkan ceramah atau yang
mengundang, biaya akomodasi dan transportasi ditanggung, serta tak ketinggalan uang honor.
Jamaah telah mengumpulkan Rp 50 juta.
.
"Tapi beiau tetap tak bergumam.. dan beliau berkata ‘Saya tidak mencari uang.
Saya akan datang insya Allah pada tgl tersebut.. tanpa meminta imbalan’. ALLAHU AKBAR," demikian ditulis pemilik akun Ahmad Sofyan Sauri.
Selengkapnya, berikut tulisan status dia pada Facebook.
“Saya Ahmad Sofyan Sauri pedagang grosir di kota Cimahi. Beberapa kali saya mencoba mengundang Ustad Abdul Somad untuk datang memberi ceramah di masjid kami yaitu Masjid Nurul Falah kelurahan Cibabat kecamatan Cimahi Utara kota Cimahi…
Tapi ustad tawadhu ini memberi jadwal yaitu pada bulan Juli 2018, padahal saya telah memberikan iming-iming kepada beliau tentang fasilitas yang akan beliau dapat.. selain akomodasi dan uang tunai sedikitnya yang telah kami kumpulkan Rp 50jt..
Tapi beiau tetap tak bergumam.. dan beliau berkata ‘Saya tidak mencari uang. Saya akan datang insya Allah pada tgl tersebut.. tanpa meminta imbalan’. ALLAHU AKBAR.”
Sebelumnya, di mimbar, Ustadz Somad juga bicara soal bayaran.
"Apakah pihak Ustadz Somad menentukan nominal tarif untuk undangan ceramah?"
Demikian pertanyaan yang ditulis seseorang pada selembar kertas yang dibacakan Ustadz Somad di hadapan para jamaah saat menghadiri undangan organisasi kemasyarakatan Islam.

Lalu apa jawaban Ustadz Somad?
"Sampai sekarang, belum lagi. Sebelum saya tentukan (tarif) ini, undanglah. Tapi kalau saya sudah tentukan (tarif), payahlah yang ngundang," kata dia disambut tawa jamaah.
Hingga saat ini, dia mengaku tak pernah memasang tarif saat diundang.
Dirinya malah senang ketika banyak yang mengundang.
Selanjutnya, ada juga pertanyaan yang sepertinya bukaan dari jamaah di hadapannya, saat itu.
Pertanyaannya adalah soal fasilitas ketika diundang.
"Ustadz Somad, katanya kalau penceramah ini diundang minta tiket pesawatnya 3, harus kelas eksekutif, harus Garuda, Lion tak mau karena delay," demikian pertanyaan itu yang keluar langsung dari mulutnya.
Lalu dijawab dia, "Saya ndak. Mau aja orang mengundang kita menyampaikan ayat-ayat Allah ini, alhamdulillah. Mestinya kita yang datang. Lalu dia bawa kita. Mestinya saya datang ke rumah ini, tapi kemudian diundang keluarga besar Hidayatullah, alhamdulillah."
Pada kesempatan itu, Ustadz Somad menyindir sebagian dai yang dikontrak stasiun televisi.
Berbeda dengan dirinya yang hingga kini memilih tak masuk tivi.
"Insya Allah, saya tak masuk tivi. Ustadz Abdul Somad akan kami kontrak sekian episode. Aku tak mau kontrak, nanti saya jadi lelaki kontrakan," kata dia.
Lanjut, "Kalau kebetulan saya ke Jakarta, kalian mau ajak saya (ceramah) subuh karena subuh kosong, kalian jemput saya ke hotel, oke.
Ustadz Somad mengaku enggan dikontrak stasiun televisi karena dirinya tak suka diatur-atur dalam ceraham.
Terlebih lagi harus di-makeup pihak tertentu.
"Tapi, kalau saya dikontrak, pakai pakaian begini, harus di-makeup oleh bencong, nanti tangannya harus begini, begini, aku tak bisa dibuat-buat gayanya. Kalau kalian mau ikut gayaku, ikut aku. Tak mau? Ya, usah. cari yang lain."(*)