Waktu Kemarau Anjing Liar Berkeliaran, Warga Musti Tahu Ini Penyebabnya
Pasalnya, anjing liar itu pada saat kemarau bertambah galak dan keluar dari persembunyiannya untuk mencari air.
Penulis: Abdullah Usman | Editor: Duanto AS
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Abdullah Usman
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Batanghari menargetkan mengeliminasi anjing liar 500 ekor pada 2018.
Pada 2017, myoritas kasus gigitan anjing liar terjadi di permukiman warga. Kendati demikian, korban tidak tertular karena cepat mendapatkan tindakan medis.
Kepala Bidang Peternakan Kesehatan Hewan, Zulmanudin, mengatakan kasus gigitan anjing liar kerap terjadi pada saat musim kemarau.
Pasalnya, anjing liar itu pada saat kemarau bertambah galak dan keluar dari persembunyiannya untuk mencari air.
"Sehingga bisa menyerang siapa saja yang ada di hadapannya. Tahun ini ada tujuh kasus gigitan anjing liar. Bila dibandingkan dengan tahun lalu terjadi penurunan,” kata Zulmanudin, Selasa (10/1).
Penurunan jumlah kasus gigitan anjing liar, kata Zulmanudin, tak lepas dari langkah-langkah antisipasi pihak dinas. Contohnya untuk mengantisipasi penularan rabies dari hewan ke manusia seperti melakukan eliminasi atau peracunan kepada hewan anjing liar.
"Meski terjadi penurunan tahun ini, namun, kita tetap menargetkan jumlah eliminasi anjing liar tahun ini tetap tinggi 500 ekor," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/ilustrasi-serangan-anjing-liar-digigit-anjing_20170104_113838.jpg)