Kamis, 28 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Raflesia Arnoldii, Rekor Bunga Terbesar di Dunia Tumbuh di Sini Diameternya Mencapai 107 Sentimeter

Tumbuhan parasit obligat yang terkenal karena memiliki bunga berukuran sangat besar, bahkan merupakan bunga terbesar di dunia.

Tayang:
Editor: bandot
Rafflesia Arnoldii 

TRIBUNJAMBI.COM - Google doodle hari ini menampilkan bunga Raflesia Arnoldi.

Tumbuhan parasit obligat yang terkenal karena memiliki bunga berukuran sangat besar, bahkan merupakan bunga terbesar di dunia.

Kenapa google menampilkan bunga padma hari ini?

Jawabannya karena pada hari ini, 9 Januari 2018 adalah ulang tahun ke-25 penetapan Rafflesia arnoldii sebagai bunga Nasional Indonesia.

Selanjutnya spesies ini dikukuhkan penyebutannya sebagai Padma Raksasa yang merupakan puspa langka.

Baca: Ultahnya Dirayakan Google, tapi Nasib Rafflesia Arnoldii atau Padma Raksasa Kini Malah Menyedihkan

Tumbuhan ini merupakan jenis tumbuhan parasit yang menempel pada inangnya, yaitu sejenis tumbuhan merambat.

Ia juga tidak memiliki akar dan tangkai batang. Ketika inangnya mati, maka raflesia juga turut mati dan Rafflesia juga menyerap unsur organis dan anorganis melaui  sejenis akar dari jaringan inangnya.

Tahukah Anda padma raksasa ini bahkan sampai mempunyai diameter hingga 100 sentimeter lebih. Padma inilah yang dinobatkan sebagai yang terbesar di Indonesia.

Bunga Raflesia jenis tuan-mudae yang tumbuh di Hutan Cagar Alam Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, tumbuh hingga berdiameter 107 sentimeter saat mekar sempurna.

Baca: Bentuk Jempol Bisa Jadi Cerminkan Kepribadian Seseorang, Yuk Cek Jempol Anda!

Ini menjadi bunga Raflesia terbesar di dunia.

Bunga tersebut ditemukan pada medio Desember tahun 2017 lalu.

Sebelumnya bunga Raflesia Arnoldii terbesar pernah tumbuh di Filipina dengan jenis Arnoldii berdiameter 100 sentimeter.

Penemuan bunga padma jenis ini juga menepis anggapan bahwa bunga Raflesia tua-mudae hanya hidup di Malaysia.

Ditemukan Arnold dan Raffles
Bunga Rafflesia merupakan bunga terbesar di dunia.

Ditemukan pada 1818 oleh seorang pemandu yang bekerja untuk Dr. Joseph Arnold, yang pada saat itu sedang melakukan penelitian di hutan Bengkulu.

Baca: Pengacara Ungkap Ahok dan Vero Bertemu di Penjara Bahas Perceraian

Arnold bekerja untuk sebuah tim ekspedisi dibawah Gubernur Jendral Sir Thomas Stamford Raffles dan melaporkan temuan atas bunga raksasa tersebut kepada Raffles.

Berdasarkan sejarah itulah, seluruh genus raksasa diberi nama Rafflesia, dan Bunga Rafflesia terbesar diberi nama Rafflesia arnoldii yang merupakan gabungan dari nama Thomas Stamford Raffles sebagai pemimpin ekspedisi dan Joseph Arnold sebagai penemu bunga tersebut.

Sejak saat itulah nama Raffles melekat sebagai nama genus ilmiah dari tumbuhan raksasa yang hanya ada di kawasan hutan-hutan Asia Tenggara.

Dilansir dari National Geographic, Penelitian yang dilakukan oleh Sofi Mursidawati dan tim dari LIPI pada tahun 2004 telah berhasil menumbuhkan bunga Rafflesia patma di Kebunn Raya Bogor, teknik yang dilakukan dikenal dengan nama grafting atau penyambungan akar inang rafflesia yaitu tetrastigma.

Tumbuhan ini merupakan spesies prioritas konservasi yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah No.7 Tahun 1999.

Setelah menunggu 6 tahun, akhirnya Rafflesia patma tersebut berbunga untuk petama kalinya di Kebun Raya Bogor. Selain di Bogor dan Bengkulu, jenis-jenis Rafflesia juga tersebar dari mulai Aceh, Sumatra Utara, Jambi, Riau, Sumatera Barat, hingga Lampung. 

Namun ada juga kontroversi dibalik penamaan bunga terbesar di dunia tersebut.

Buku "Rafflesia of the World" tulisan Jamili Nais mengungkap bahwa penemu pertama Rafflesia bukan Thomas Stamford Raffles.

Dalam buku tersebut orang pertama yang menemukan Rafflesia disebutkan adalah Louis Auguste Deschamps.

Ia adalah ilmuwan dari Perancis yang meneliti selama 11 tahun di Indonesia.

Dalam kurun waktu 1792 - 1794, ia tinggal di Jawa. Ia membuat banyak catatan, ilustrasi, dan koleksi dari ragam tumbuhan dari berbagai daerah.

Dalam proyek penelitian itulah, Deschamps menemukan Rafflesia. Jenis yang ditemukan bukan Rafflesia arnoldii tetapi R. patma.  

Malang bagi Deschamps. Saat itu, Inggris tengah berperang dengan Perancis. Pada 1803, saat ingin kembali ke Perancis, kapal yang ditumpanginya diambil alih oleh angkatan laut Inggris.

Semua spesimen, catatan, dan ilustrasi dari penelitian selama 11 tahun disita dan dijadikan rampasan perang. 

Kerja Deschamps dibawa oleh John Reeves ke India House, London, dan didonasikan ke British Museum pada 1816.

Dunia ilmiah baru mengetahui bahwa Deschamps yang pertama menemukan Rafflesia pada tahun 1954.

Meski dinyatakan bukan penemu pertama Rafflesia, Raffles tetap punya jasa besar. Ia menemukan jenis Rafflesia lain yang kini dikenal sebagai bunga terbesar di dunia, Rafflesia arnoldii.

Raffles meminta istrinya, Sophia, membuat ilustrasi. Spesimen dan ilustrasi lantas dikirimkan ke Sir Josep Banks di London melalui Thomas Horsfield, doktor yang bekerja untuk Belanda di Jawa.

Banks lantas memberikan semua material kepada Robert Brown dan Franz Bauer yang membuat ilustrasi dengan rinci. 

Selanjutnya, nama genus tanaman baru itu dinamai Rafflesia dan dipublikasikan pada the Transaction of the Linnean Society tahun 1821.

Arnold sendiri meninggal akibat malaria di Bengkulu sebelum penemuan dipublikasikan. Sementara, penamaan spesies diusulkan oleh Brown.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved