Anak Jadi Korban Perceraian Orangtuanya, Kurangi Dampaknya dengan 9 Tips Ini
Orangtua yang bercerai diyakini mendatangkan luka psikis bagi anak-anak dalam rumah tangga tersebut.
TRIBUNJAMBI.COM - Orangtua yang bercerai diyakini mendatangkan luka psikis bagi anak-anak dalam rumah tangga tersebut.
Tentu, sulit bagi anak untuk memahami keputusan berpisah yang diambul orangtua mereka.
Lalu, bukan tidak mungkin anak-anak akan menganggap diri mereka yang bersalah dalam keadaan itu.
Baca: Bergolongan Darah AB? Ini Kelebihanmu
Anak memang kerap menjadi korban dari hubungan suami istri yang tidak harmonis. Tidak ada yang bisa mengingkari hal ini, tidak juga ada yang bisa menghindarinya.
Dampak kepada anak sudah menjadi konsekuensi sebuah keputusan cerai yang diambil orangtua.
Kendati demikian, orangtua masih bisa meminimalkan dampak buruk di hati buat hati mereka.
Baca: Penting Tapi Sering Terlupa, Ini 3 Ritual Sebelum Ganti Oli
Simaklah sembilan langkah berikut.
1. Yakinkan anak bahwa dia selalu dicintai
Ketika salah satu orangtua tidak dapat memenuhi jadwal kunjungannya ke anak, anak sering menyalahkan diri sendiri.
Mereka akan berpikir, andai saja mereka jadi anak yang lebih baik tentu perceraian orangtuanya tak terjadi.
Baca: Video Jennifer Dunn Nangis Histeris di Penjara, Kira-kira Takut di Penjara atau Cari Sensasi ya?
”Hasilnya, kepercayaan diri si anak melorot," kata Edward Teyber, Profesor psikologi di California State University, San Bernadino, dan penulis buku Helping Children Cope With Divorce.
Dalam kondisi semacam ini, orangtua perlu terus meyakinkan anak bahwa dia dicintai sama seperti dulu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/perceraian_20171116_203804.jpg)