Kondisi Jalan Desa Pompa Air Bajubang Sangat Memprihatinkan
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Beberapa desa di Bumi Serentak Bak Regam masih belum tersentuh
Penulis: Abdullah Usman | Editor: ridwan
Laporan wartawan Tribun Abdullah Usman
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Beberapa desa di Bumi Serentak Bak Regam masih belum tersentuh pembangunan dari sektor infrastruktur jalan. Dari delapan Kecamatan yang terdiri 110 desa masih banyak ditemukan kondisi jalan kabupaten dan jalan desa dalam kondisi memprihatinkan.
Pantauan Tribun di beberapa desa, terutama di kawasan terbilang terisolir dan jauh dari pusat kota, kondisi jalan berlumpur dan berlubang adalah pemandangan biasa. Kondisi ini lebih parah akhir tahun memasuki musim hujan, maka membuat jalan seperti "kubangan" kerbau.
Satu di antaranya kondisi jalan di Desa Pompa Air, Kecamatan Bajubang. Sejak persimpangan atau pintu masuk menunu desa Pompa Air, keadaan jalan hancur lebur dan tergenang air, apalagi di kanan dan kiri jalan semak belukar.
Dari pengakuan warga sekitar yang melintasi jalur tersebut, sangat terganggu dengan jalan rusak parah tersebut. Mengingat akses tersebut merupakan akses terdekat dari dan ke desa. Termasuk untuk aktifitas pengangkutan hasil perkebunan dan akses masyarakat sehari hari seperti membawa sembako.
"Lah sudah dua tahunan lah bang macam ini, kami nilah yang jadi akses terdekat untuk aktifitas dan keperluan sehari hari warga disini," ungkap Sanusi (45) satu di antara pengguna jalan setempat.
Hal tersebut juga dibenarkan Kepala Desa Pompa Air, Indra yang mengatakan, kondisi jalan seperti ini sudah lebih kurang dua tahunan, dan ini menjadi akses terdekat masyarakat sekitar. Meskipun ada jalur lainnya namun kondisinya jauh lebih memprihatinkan. Terutama bagi petani untuk mengeluarkan hasil kebunnya.
"Hampir keseluruhan masyarakat dari empat desa di sini menggantungkan hidupnya dari dari kelapa sawit. Mereka selalu serentak melakukan panen dua minggu sekali. Dalam sehari saja bisa 30 unit truk yang melintasi jalur rusak tersebut," tuturnya.
Kata kades, sudah beberapa kali diajukan ke Musrembang untuk dilakukan perbaikan oleh dinas PUPR. Namun hingga saat ini belum mendapat respon dari pihak terkait. Jika dihitung hitung akibat dari kondisi jalan seperti itu sudah puluhan kali insiden truk patah as hingga terguling di areal tersebut.
Sementara itu tidak jauh berbeda dengan kondisi jalan penghubung menuju tiga desa di kecamatan Muara Bulian dan Bathin XXIV mengalami kerusakan parah hingga sepanjang 60 kilometer. Kondisi jalan berlubang serta becek di musim penghujan tersebut, hampir merata di setiap titik ruas jalan penghubung antar tiga desa . Di antaranya desa Terentang Baru, Jangga Baru dan Bulian Baru hingga tembus desa Sridadi.
"Lebih kurang 60 kilometer jalan yang mengalami kerusakan tersebut, terhitung dari simpang tugu pahlawan kecamatan Bathin XXIV hingga tembus Sridadi melintasi tiga dusun dan kawasan taman hutan lindung Tahura," ujar Camat Bathin XXIV, Erwin kepada Tribun, Kamis (21/12).
Untuk jalan penghubung desa meliputi tiga desa tersebut, setiap tahun pihak kecamatan selalu mengajukan permohonan setiap kali Musrembang desa. " Termasuk juga pada musrembang desa tahun ini, yang akan dimulai akhir Desember. Sehingga jalan yang membentang dari Durian Luncuk hingga Sridadi yang merupakan jalan kabupaten ini akan kami usulkan di Musrembang. Sehingga jalan ini sudah masuk dalam perencanaan," imbuhnya.
Menurutnya Erwin, Pemkab Batanghari lebih memprioritaskan wilayah atau daerah yang jadi prioritas. Kondisi jalan ini terlihat semakin parah baru beberapa tahun ini.
"Dengan keadaan seperti ini sangat menggangu mobilitas masyarakat dan barang, terutama dalam akses masuk dan keluar desa. Terutama mereka yang menggunakan kendaraan roda empat yang lebih terasa susah melintasi jalur ini. Hanya jenis mobil tertentu saja dapat melintas," tandasnya. (usn).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/11032017-bidan-cantik-sungai-bahar_20170311_234728.jpg)