Benarkah 2018 Jadi Tahun Kiamat Ritel, Ini Prediksi Situasi dan Kondisi
Sejumlah analis memprediksi pada 2018, situasi ritel belum tentu kembali kondusif. Bisa jadi, kelesuan berlanjut.
TRIBUNJAMBI.COM - Tinggal beberapa hari lagi tahun berganti. Tahun ini telah menjadi momok bagi dunia ritel.
Sejumlah perusahaan luluh lantak tak kuasa menahan guncangan sektor itu.
Ada sejumlah peritel yang akhirnya mengibarkan bendera putih, tanda menyerah.
Masih ada pula sebagian peritel mencoba bersiasat di tengah paceklik.
Sejumlah analis memprediksi pada 2018, situasi ritel belum tentu kembali kondusif. Bisa jadi, kelesuan berlanjut.
"Saya pikir awal tahun depan situasi (ritel) masih akan sangat buruk. Saya rasa ini berat (perjuangan peritel),” tutur Kepala Analis Ritel Moody’s Charlie O'Shea kepada CNBC.
Maka dari itu, sudah selayaknya peritel waspada dan cekatan berinovasi.
Jika tidak, aksi tutup toko jadi jalan pahit yang mesti ditempuh.
Berikut kami rangkum sejumlah peritel yang diprediksi terancam gulung tikar pada 2018, sebagaimana dilansir USA Today, Kamis (28/12/2017):
1. Nine West
Peritel ini telah mengajukan bangkrut pada 2017 ini dan melancarkan aksi tutup toko sepanjang tahun.
Diprediksi, kian banyak cabang Nine West yang tumbang pada 2018.
Perusahaan ini bersifat privat sehingga informasi kondisi keuangannya terbatas.
Namun, Nine West mulai menutup gerai tatkala masa sewanya habis.
2. Payless Shoesource
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/barang-elektronik_20161126_132033.jpg)