Minggu, 12 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Bayi Kembar Siam Dengan Posisi Menempel Dada dan Perut Lahir di Sanggau. Kondisinya Memprihatinkan!

Jumati isteri dari Joko Susilo, warga SP 4, desa Sape, kecamatan Jangkang, kabupaten Sanggau, melahirkan bayi kembar siam

Editor: rida

TRIBUNJAMBI.COM- Jumati isteri dari Joko Susilo, warga SP 4, desa Sape, kecamatan Jangkang, kabupaten Sanggau, melahirkan bayi kembar siam di RSUD MTH Djaman Sanggau, Rabu (20/12/2017).

“Ini lahir anak kedua, anak pertama sebelumnya lahir normal. Sebelumnya sempat dibawa di Puskesmas Balai Sebut, namun akhirnya dirujuk ke RSUD Sanggau untuk di operasi, ” kata Joko Susilo di temui di RSUD Sanggau, Rabu (20/12/2017).

Dikatakannya, sebelumnya pada saat dilakukan pemeriksaan, diketahui akan melahirkan bayi kembar.
“Periksa di Bidan katanya lahir kembar, ” jelasnya.

Dokter spesialis anak (SPA) RSUD Sanggau, dr Harry Iskandar menyampaikan, sekitar pukul 07.00 Wib, datang ibu mau melahirkan dengan posisi kaki sudah keluar.

Dan belum sempat di periksa apa-apa dan mengharuskan untuk segera di operasi.

“Pada pukul 09.00 Wib, setelah dikeluarkan dari perut ibu, lahir bayi perempuan dua orang dengan posisi menempel/menyatu dada dan perut, dengan berat badan keduanya 5300 gram, ” katanya.

Lanjutnya, pada saat lahir, keduanya tidak langsung menangis, setelah dilakukan tindakan delapan menit kemudian baru menangis.

Kemudian distabilkan dengan dipasang infus dan lainya.

“Setelah stabil, bayi dilakukan foto rontgen untuk mengetahui kondisi organ-organ didalamnya. Ternyata belum dapat diketahui kondisinya apakah jantungnya satu atau dua, ginjalnya masing-masing atau menyatu dan organ-organ dalamnya belum dapat diketahui. Jadi diperlukan pemeriksaan USG lebih lanjut untuk mengethui kondisi organ didalamnya, ” tuturnya.

Kemudian, bayi ini juga belum juga dapat diketahui apakah memiliki cacat bawaan, cacat lahir lain yang terdapat di organ dalam seperti kebocoran jantung.

Kedua bayi kembar siam yang lahir di RSUD MTh Djaman Sanggau, Rabu (20/12/2017)
Kedua bayi kembar siam yang lahir di RSUD MTh Djaman Sanggau, Rabu (20/12/2017) ()

“Karena tidak dapat dilakukan pemeriksaan karena dada menyatu, sulit untuk dilakukan pemeriksaan. untuk pemeriksaan jantung memerlukan pemeriksaan yang namanya ekokardiografi. Kita tidak memilik alat tersebut dan ada di Pontianak di RSUD Dr Soedarso, ” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam keadaan bayi yang tidak bisa kita prediksi, sehingga apabila dibiarkan di RSUD Sanggau dan terdepat kelainan-kelainan, maka bayi akan terus memburuk dan tanpa bisa dapat penanganan apa-apa.

“Kalau kita rujuk ke RS Sudarso, tapi peluang untuk bisa ditolong lebih besar dari pada kalau tetap di Sanggau. Sehingga bayi ini di rujuk ke RS Sudarso, di sana juga sudah dihubungi dan menyatakan siap untuk menerima bayi karena memerlukan ruangan intensif untuk bayi, ” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, dr Jones Siagian menambahkan, penyebabnya bisa karena genetik dan ada faktor turunan dari keluarga yang lahir kembar.

Artinya bukan karena penyakit.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved