Demam Berdarah di Merangin Renggut Dua Korban Meninggal
TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Tahun ini Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Merangin
Penulis: Herupitra | Editor: ridwan
Laporan wartawan Tribun Herupitra
TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Tahun ini Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Merangin mengalami peningkatan. Kalau pada 2016 terdapat 10 kasus, namun pada 2017 meningkat menjadi 28 kasus.
Hal itu diakui oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Merangin, Solahudin melalui Kabid PP, Zamroni akhir pekan kemarin. Ia mengatakan, pihaknya akan melakukan langkah antisipasi terkait meningkatnya DBD tahun ini. "Antisipasinya kita akan sosialisasi ke masyarakat," kata Zamroni kepada Tribun.
Diungkapkannya, dari 28 kasus yang terjadi sepanjang 2017 terdapat dua orang meninggal dunia. Namun terhadap korban tersebut pihaknya masih menunggu hasil Lap untuk memastikan positif DBD atau tidak. "Kita masih melihat hasil lap dulu. Apakah penyebab meninggalnya korban karena DBD atau bukan," ucapnya.
Kata Zamroni, DBD adalah penyakit yang berasal dari gigitan nyamuk. Dimana bisa menyebabkan nyeri sendi, nyeri otot dan tulang bisa terasa sesak.
"Pada musim hujan populasi nyamuk demam berdarah meningkat. Karena banyak tempat berinduk nyamuk Aedes Aegypti sehingga nyamuk mudah berkembang, dan potensial menggigit anak dan remaja sehingga akhirnya kena DBD," jelasnya.
Untuk itu lanjutnya, pihak telah menyurati setiap puskesmas agar melakukan penyuluhan kepada masyarakat. Dimana masyarakat diminta melakukan tiga M (Menguras, Menutup dan Mengubur).
"Langkah kita, kita menyurati setiap puskesmas agar melakukan penuyuluham kepada masyarakat untuk melakukan tiga M," ungkap Zamroni. (pit)