Bahasa Kerinci Terancam Punah. Ternyata Ini Penyebabnya
TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Bahasa daerah Kerinci sudah termasuk satu diantara bahasa daerah di Indonesia
Penulis: hendri dede | Editor: ridwan
Laporan wartawan Tribun Dede
TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Bahasa daerah Kerinci sudah termasuk satu diantara bahasa daerah di Indonesia yang terancam punah. Hal ini berdasarkan data balai bahasa Republik Indonesia sesuai dari riset linguistik dan telaah bahasa dunia.
Dimintai tanggapan budayawan yang juga sejarawah Kerinci, Iskandar Zakaria mengakui hal ini. Kata Dia, satu di antara penyebab adalah para penuturnya yang menua dan semakin sedikit.
"Iya ini bisa kita lihat sendiri kondisi saat ini. Orang tua-tua dahulu sudah jarang. Ditambah zaman sekarang logat bahasa sudah mulai berubah, pengaruh zaman," katanya Minggu (26/11).
Menurut Iskandar diperlukan upaya pemerintah daerah maupun provinsi dalam perannya melestarikan bahasa daerah. Karena provinsi Jambi juga banyak memiliki ragam bahasa daerah yang perlu mendapat perhatian.
Disamping itu peran masyarakatnya, baik adat maupun khas daerah lainnya harus dipelihara secara bersama. "Saat ini seperti bahasa petatah-petitih atau bahasa kias dengan logat daerah sudah jarang rlterdengar. Jadi perlu peran bersama pemerintah dengan masyarakat melestarikannya," jelasnya
Bupati Kerinci Adirozal dimintai tanggapannya mengakui zaman saat ini mengalami banyak perubahan. Termasuk dalam berbahasa, menurut dia, adanya status perkawinan lain daerah saja bisa membuat bahasa daerah Kerinci, seperti penikahan warga Kerinci dengan daerah luar.
Selain itu pengaruh modernisasi, khususnya dalam hal bahasa. Generasi muda atau penerus lebih banyak menggunakan bahasa kekinian, sehingga bahasa leluhur semakin ditinggalkan. Kondisi tersebut ditambah para penutur bahasa daerah yang rata-rata sudah berumur 60 tahun lebih.
Namun demikian, menurut bupati Adirozal yang terpenting yang ada di Kerinci tetap berpegang pada bahasa daerah, adat dan budaya Kerinci.
"Boleh wisatawan luar masuk Kerinci, cara berpikir warga Kerinck boleh global, tapi kita bertindak seperti bahasa kita, budaya, adat kita tetap pegang kuat," jelasnya.
Dia berharap juga peran orang tua mau mengenalkan bahasa daerah kepada anak-anaknya. Meski berada diluar Kerinci. Dengan begitu, meski jarang dituturkan, kosa kata bahasa daerah bisa terus diingat dan terjaga oleh generasi muda. (Hdp)