Prostitusi Online di Aceh, Ini Jumlah Wanita dan Germo Serta Tarifnya

Personel opsnal Satreskrim Polresta Banda Aceh membongkar prostitusi online di Kota Banda Aceh, Minggu (22/10/2017) dini hari.

Editor: Suci Rahayu PK
youtube
pelaku prostitusi online di Banda Aceh. 

TRIBUNJAMBI.COM, BANDA ACEH - Personel opsnal Satreskrim Polresta Banda Aceh membongkar prostitusi online di Kota Banda Aceh, Minggu (22/10/2017) dini hari.

Melansir dari Serambi Indonesia, penggerebekan dan pengungkapan jaringan prostitusi online tersebut dilakukan di sebuah hotel di Kota Banda Aceh sekitar pukul 00.30 WIB.

Hal ini dibenarkan oleh Kaporlesta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin SH, melalui Kasat Reskrim AKP M Taufiq SIK.

Dalam pengungkapan jaringan prostitusi online ini, petugas unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta mengamankan seorang diduga germo alias mucikari beriniasial AI (38).

AI diamankan dari hotel tempatnya mengantar dua wanita kepada pelanggan.

Cara AI melakukan transaksi prostitusi online adalah pada Sabtu (21/10/2017) sekitar pukul 23.00 WIB, AI menawarkan dua wanita yang diamankan pada dini hari tersebut yang masing-masing berinisial NS (22) dan Me (23).

AI menawarkan kepada calon pelanggan melalui aplikasi chatting.

Setelah ada kesepakatan, lalu pelanggan memesan kamar di hotel tersebut.

Selanjutnya, AI membawa dua teman wanitanya itu yang langsung diantar masuk ke kamar calon pelanggan.

Petugas Unit PPA yang mendapat informasi itu langsung menuju ke lokasi.

Dari penangkapan itu diamankan 13 Hp milik tersangka dan saksi, satu dompet milik tersangka, dan uang tunai Rp 3.300.000.

Pada Senin (23/10/2017), AI dihadirkan dalam konferensi pers di Polresta Banda Aceh.

Tak hanya AI, ada enam perempuan yang menjadi korban AI yang turut diamankan polisi juga dihadirkan.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladi SH pun mengapresiasi tim Sat Reskrim Polresta yang berhasil mengungkap praktik itu,

"Kita apresiasi penuh personel yang telah membongkar ini. Operasi ini berhasil diungkap berkat informasi dari masyarakat, sehingga personel ikut memesan atau undercover buy," katanya.

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved