Senin, 4 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Detik-detik Choirul Huda Kiper Persela Lamongan Saat Terkapar! Sempat Sadar dan Lakukan Ini

Choirul Huda Kiper Persela Lamongan meninggal dunia di RS Soegiri, Lamongan pada Minggu (15/10/2017).

Tayang:
Editor: bandot
Kolase
Choirul Huda Penjaga Gawang Persela Lamongan ditandu keluar lapangan 

TRIBUNJAMBI.COM - Choirul Huda Kiper Persela Lamongan meninggal dunia di RS Soegiri, Lamongan pada Minggu (15/10/2017).

Choirul Huda alami benturan keras dengan rekan setim Ramon Rodrigues pada laga Persela Lamongan Vs Semen Padang di Stadion Surajaya, Lamongan.

Pada menit ke-44 benturan keras terjadi antara Choirul Huda dengan Ramon Rodrigues di depan gawang.

Huda berbenturan dengan kaki Ramon Rodrigues mengamankan gawang dari ancaman salah satu pemain Semen Padang.

Akibatnya dada Choirul Huda terkena kaki Ramon tak sadarkan diri dan langsung dilarikan ke rumah sakit dengan ambulance.

Sebelum dilarikan ke rumah sakit, Huda sempat mendapatkan pertolongan dengan alat bantu oksigen.

Baca: VIDEO: Detik-Detik Kiper Persela Choirul Huda Terlibat Insiden Berujung Maut

Sebelum tak sadarkan diri, Huda sempat sadar dan kesakitan dengan memegangi dadanya.

"Tadi masih sadarkan diri dan mengeluh sakit dibagian dada, terus kemudian tidak sadar," ujar salah satu tim medis yang membantu evakuasi ke rumah sakit.

Beginilah Detik-detik Choirul Huda Ditandu Keluar Lapangan Setelah berbenturan 

Baca: Begini Kondisi Choirul Huda Kiper Persela Lamongan Sebelum Meninggal Karena Benturan di Lapangan

Khoirul Huda Alami Hypoxia

Kiper Persela Lamongan, Choirul Huda, meninggal dunia setelah sempat tak sadarkan diri karena mengalami benturan atau tabrakan dengan rekan setimnya, Ramon Rodrigues, dan penyerang Semen Padang, Marcel Sacramento.

Menurut pihak RSUD dr Soegiri, Lamongan, yakni dr Zaki Mubarok, Huda meninggal akibat mengalami benturan.

"Choirul Huda disinyalir meninggal karena benturan di kepala dan leher," kata dr Zaki, Minggu (15/10/2017).

"Saat dibawa ke RSUD dr Soegir Lamongan, dia masih bernapas," ucapnya.

Kepada Kompas.com dan BolaSport.com di RSUD dr Soegiri, dr Zaki Mubarok mengatakan, Choirul Huda mengalami hypoxia.

Hypoxia adalah keadaan di mana jaringan tubuh manusia kekurangan oksigen dengan penyebab banyak hal.

Menurut Zaki, Huda dibawa ke RSUD dr Soegiri dari Stadion Surajaya, Lamongan, arena laga Persela vs Semen Padang, masih bernafas.

Baca: Innalillahi, Kiper Persela Lamongan Meninggal Dunia Usai Tabrakan di Laga VS Semen Padang

Namun, Huda tak lama berselang dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 17.15 WIB.

Sebelumnya, saat membawa Persela menang 2-0 ketika melawan Semen Padang, Huda tak sadarkan diri karena terlibat benturan dan harus diganti pada menit ke-45.

Tim medis langsung bergerak cepat dengan masuk ke lapangan, menempatkan Huda di tandu, lalu membawa keluar lapangan.

Huda kemudian diberikan alat bantu pernapasan dari tabung oksigen.

Setelah itu, pemain yang membela Persela Lamongan sejak 1999 ini diangkut dengan mobil ambulans untuk dibawa ke rumah sakit.

Selamat jalan Choirul Huda...

Baca: Fenomena Selingkuh - 7 Alasan Pasangan Memaafkan Kekasihnya yang Selingkuh, Nomor 7 Bikin Nyahok!

15102017_CHOIRUL_KIPER
15102017_CHOIRUL_KIPER (Tribun Jabar)

Bawa Timnya Menang 2-0

Kiper Persela Lamongan Choirul Huda dikabarkan meninggal dunia, usai mengalami tabrakan saat pertandingan melawan Semen Padang, Minggu (15/10/2017) sore tadi.

Ucapan duka berseliweran di Twitter atas meninggalnya kapten Persela Lamongan itu.

Kabar meninggalnya Choirul Huda didapat dari media officer Persela Lamongan.

"Huda dipastikan telah meninggal dunia," kata media Officer, Abdul Rozak, Minggu (15/10/2017).

Baca: 7 Bintang Muda Sepakbola Liga 1 Indonesia Terganteng dan Termahal, Nilai Transfernya Miliaran

Persela Lamongan dalam laga itu menang 2-0 atas Semen PadangFC. Dua gol Persela dicipta Saddil Ramdhani, dan Barbosa Alves.

Sebelumnya kondisi meninggalnya Huda sempat simpang siur karena dokter masih belum dapat memberikan keputusan resmi.

Sebelum meninggal Huda yang tak sadarkan diri dilapangan, mengalami kritis dan meninggal setelah mendapatkan perawatan.

Seperti diberitakan sebelumnya , Huda terlibat benturan keras di akhir babak pertama tepatnya pada menit-44, Minggu (15/10/2017) sore.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved