Kisah Devi Dja, Pentas di San Fransisco Uangnya untuk Sumbang Perjuangan Kemerdekaan RI

Hingga masa akhir hidupnya ia memilih berkarier di Amerika Serikat sebagai entertainer profesional dan dikuburkan di sana.

Penulis: Duanto AS | Editor: Duanto AS
wikipedia
Foto Devi Dja di Galerie-Creation.com 

TRIBUNJAMBI.COM - Pernahkah Anda mendengar nama Devi Dja. Perempuan ini merupakan pemain sandiwara Indonesia di zaman perang kemerdekaan RI, yang melakukan pentas di luar negeri. Di San Fransisco, Devi Dja dengan grupnya, mengadakan pertunjukan seni Indonesia yang hasilnya disumbangkan kepada perjuangan RI.

Siapakah sebenarnya perempuan ini?

Situs wikipedia menuliskan Devi Dja terkenal dengan nama Miss Dja. Dia lahir di Sentul, Yogyakarta, 1 Agustus 1914. Dia meninggal di Forest Lawn Memorial Park, Hollywood Hills, Los Angeles, 19 Januari 1989, pada umur 74 tahun.

Devi memiliki nama asli Misri, kemudian menjadi Soetidjah. Dia merupakan seorang penari, pemain sandiwara dan pemain film Indonesia yang terkenal di era 1940-an. Dia tergabung pada kelompok Opera Dardanella. Namun pada sekira 1940, dia hijrah ke Amerika bersama suaminya Willy Klimanoff (pendiri kelompok Dardanella).

Hingga masa akhir hidupnya ia memilih berkarier di Amerika Serikat sebagai entertainer profesional dan dikuburkan di sana.

Baca juga Ratna Assan Pernah Tenar di Majalah Playboy

Nah, sastrawan Ramadhan KH pernah menulis tentang biografi hidupnya dalam buku yang berjudul Gelombang Hidupku: Devi Dja dari Dardanella (1982) yang diterbitkan pada 1982.

Rombongan ke Luar Negeri

Devi Dja
Devi Dja (wikipedia)

Catatan Ramadhan KH, saat Dardanella pertama kali pentas di luar negeri, Devi Dja baru 17 tahun. Dardanella merupakan rombongan teater Indonesia pertama yang menyeberang ke luar negeri. Waktu berlayar ke Singapura sebelum Perang Kemerdekaan, beranggotakan 150 orang, antara lain seperti Tan Tjeng Bok, Hemy L. Duarte, Riboet II, Astaman, Subadi dan lain-lain. Jumlah yang sangat besar sekali bahkan untuk hitungan saat ini.

Dardanella berkali-kali berganti nama, namun hanya Dardanella yang tetap terkenal dan menjadi buah bibir di masyarakat.

Menjelang Perang Dunia II, mereka mendarat di China dan bermain di beberapa kota. Kemudian berlayar ke India.

Di Rangoon. Pada Mei 1937, Devi Dja menari disaksikan Jawaharlal Nehru, sebagaimana tersimpan dalam tulisan pendeknya. Melanjutkan perlawatannya ke sebelah barat, dengan jumlah anggota yang mengecil dan rontok di tengah jalan, Dardanella tampil di Turki, Paris, lalu ke Maroko dan terakhir di Jerman.

Dengan kapal laut terakhir "Rotterdam" dari Belanda, mereka menuju ke Benua Amerika. Mendarat di New York dengan pemain yang tinggal beberapa saja. Di antaranya Ferry Kock, Eddy Kock dan lainnya. Di sini rombongan berganti nama "Devi Dja's Bali and Java Cultural Dancers", dan manggung di beberapa tempat antara lain di restoran-restoran di New York.

Pengalaman Devi Dja dari Dardanella, bukan hanya pengalaman hilir mudik tampil di atas panggung di pelbagai kota di Indonesia dari bagian Barat hingga ke Timur. Itu pengalaman hidup mereka menjadi anak panggung dan kehidupan itu sendiri.

Dana untuk Perjuangan Kemerdekaan RI

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved