Ini Tiga Peristiwa Bersejarah yang Membuat Soekarno Menangis, Apa Saja?
Soekarno, sosok yang selalu diingat oleh seluruh rakyat Indonesia. Perjuangannya dalam membela tanah air sangat pantas diganjar berbagai pujian.
TRIBUNJAMBI.COM - Soekarno, sosok yang selalu diingat oleh seluruh rakyat Indonesia. Perjuangannya dalam membela tanah air sangat pantas diganjar berbagai pujian.
Ia dikenal sebagai sosok yang berkharisma, berwibawa, dan tegas saat menjadi seorang pemimpin. Pidato-pidatonya selalu sukses membangkitkan semangat orang-orang yang ada di hadapannya.
Namun di balik gagahnya seorang Sukarno, ternyata Bapak Proklamator itu pernah menangis di tiga peristiwa bersejarah berikut ini.
Apa saja peristiwa itu? Simak selengkapnya.
1. Saat Hukuman Mati Kartosoewirjo
Sosok Kartosoewirjo merupakan pemimpin Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) dari tahun 1949 hingga 1962.
Tindak-tanduk Kartosoewirjo yang ingin mendirikan Negara Islam Indonesia itu tentu saja bersebrangan dengan pemerintah. Kartosoewirjo kemudian diburu lewat sebuah operasi penangkapan.
Setelah melewati proses yang cukup panjang, Kartosoewirjo berhasil ditangkap di wilayah Gunung Rakutak, Jawa Barat pada 4 Juni 1962.
Hukuman mati pun harus diterima Kartosoewirjo pada 5 September 1962 di Pulau Ubi, Kepulauan Seribu, Jakarta.
Namun sebelum hukuman itu dilakukan, ada polemik batin yang bergejolak dari Soekarno. Mengapa Soekarno? Jelas saja, eksekusi hukuman itu harus mendapatkan tanda tangan kepala negara.
Sedangkan ia dan Kartosoewirjo merupakan sahabat sejak kecil. Keduanya pun dulunya kerap berdiskusi di kediaman Tjokroaminoto. Gejolak batin dirasakan Soekarno saat harus menandatangani surat putusan hukuman mati sahabatnya itu.
Eksekusi Kartosoewirjo sempat tertunda cukup lama karena Soekarno kerap menolak memberikan tanda tangan.
Sabtu pagi pada 1964, Sukarno menangis di hadapan Mayjen S Parman (Asisten I/Menpangad) saat dirinya menerima surat eksekusi.
2. Sebelum Membacakan Pancasila
Berdasarkan buku Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia karya Cindy Adam, di sana disebutkan Sukarno sempat menangis satu hari sebelum sidang penentuan ideologi negara di sidang BPUPKI.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/soekarno-ya_20170921_102744.jpg)