Berbagai Kisah Manusia yang Akhirnya Bisa Melihat, Mengagumkan
Terlihat cahaya lembut di kamar, ditutupi tirai. Bagi Margarethe Becker-Brei, cahaya itu seperti cahaya matahari yang menyilaukan.
Zebra cross, rarnbu lalu-lintas sama- kata-kata yang ribuan kali pernah hanya didengar Margarethe dan yang tak penah bisa dibayangkannya.
Saat ini, Margarethe paling senang duduk di cafe, di tengah-tengah kota. la suka memperhatikan orang. la begitu kagum.
"Saya tak menyangka bahwa manusia itu satu sama lain berbeda. Ada yang besar, kecil, gendut, kurus, jelek, cantik, botak, hitam " katanya.
Namun, dengarkan komentar tambahannya. "Kalau saya sedang berjalan-jalan dan berpapasan dengan orang berwajah murung, tidak bahagia, saya suka berpikir: mereka tidak tahu betapa beruntungnya mereka. Coba, jika satu hari saja mereka jadi buta, mereka baru bisa "menyadarinya." (Ursula Bohn/intisari online)
(Artikel ini pernah dimuat di Majalah Intisari edisi Januari 1991)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/si-buta-yang-baru-bisa-melihat_20170910_170446.jpg)