Sekilas Tentang Jonru, Si Tukang Heboh Dunia Maya
Lelucon baru muncul. Jonru diidentikkan dengan fitnah. Belakangan muncul “kamus” baru di dunia maya untuk sebutan “fitnah”. Bahwa “Jonru” sama de
Baik dalam pelatihan, penulisan buku yang digagasnya dan blog miliknya. Tak kelihatan lagi nama Jon “Hati yang Gembira”.
Dan kini ia harus mendapati namanya menjadi bahan olok-olokan. Jon kini jelas tak gembira dengan itu.
Ia melapor polisi karena namanya diejek di Twitter oleh beberapa orang.
Mereka mengidentikkan Jonru dengan tukang bohong. Begitu isi laporannya.
Entahlah. Mungkin butuh pakar hukum yang bisa mengidentifikasikan pelaporan itu. Apakah netizen bisa dilaporkan karena dianggap menjelekkan nama Jonru?
Padahal nama aslinya bukan Jonru. Saya tidak dalam kapasitas menilai laporan itu bisa dilakukan atau tidak. Layak atau tidak.
Yang pasti Jon “Hati yang Gembira” kini sedang tidak gembira.
Padahal ketika ia diolok-olok karena seminar pelatihannya hanya diikuti 10 orang November 2014 lalu, ia tidak marah. Ia menjelaskan dengan gembira.
Tapi ketika nama kerennya diusik, Jon tak gembira. Padahal ketika gurunya dulu salah menuliskan namanya, ia tidak menuntut.
Kesalahan yang membuat namanya akan berbeda selamanya di dokumen negara.
Apapun masalahnya kini, semua tahu kalau itu berawal dari sikap Jon “Hati yang Gembira” yang dikenal kerap mengkritisi Joko Widodo di laman Facebooknya.
Kritikan ini mungkin didukung oleh sebagian orang.
Tapi tak sedikit juga yang mencercanya dan menganggap semuanya hanya bualan atau fitnah.
Terlepas apa yang dia komentari benar atau tidak, yang jelas mereka tidak bergembira dengan komentar-komentar Jon “Hati yang Gembira”.
Kini kita hanya menunggu. Suatu saat Jonru akan mewujudkan keinginan dari neneknya menyematkan nama “Hati yang Gembira” di belakang namanya.