Breaking News:

Ini Alasan PLTBG Merangin Belum Bisa Menerangi

Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBG) telah dibangun di Kabupaten Merangin pada 2016 lalu. Namun bantuan dari Kementerian Energi Sumber Daya Minera

Penulis: Herupitra | Editor: rida
TRIBUNJAMBI/HERU
Bupati Merangin Al Haris saat meninjau lokasi PLTBG, Jumat (18/8) 

BANGKO, TRIBUN – Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBG) telah dibangun di Kabupaten Merangin pada 2016 lalu. Namun bantuan dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) RI senilai Rp 36 miliar itu, hingga kini belum bisa dimanfaatkan.

Pasalnya, limbah untuk bahan baku dari perusahaan sawit tidak tersedia. Sebab PT Graha Cipta yang berada didekat dilokasi PTLBG sudah tak beroperasi.

Jumat (18/8) Bupati Merangin, meninjau lokasi LPTBG yang terletak Desa Karang Anyar, Kecamatan Pamenang Barat. Pada peninjauan tersebut, diketahui bahwa manajemen PT Graha Cipta telah diambil alih oleh PT Mentari.

“PLTBG ini bisa beroperasi jika bahan baku limbah sawit tersedia. Jadi kita minta kepada manajemen baru PT Mentari bisa segera beroperasi,” ungkap Bupati.

Dikatakanya, jika beroperasi PLTBG bisa mengaliri listrik ke satu kecamatan. Karena PLTBG ini berkekuatan satu megawatt (MW).

“Kita tidak ingin pembangunan PLTBG yang menghasilkan satu megawatt ini menjadi sia-sia,” tegasnya.

Dia mengatakan, terkait dengan hal itu dirinya telah meminta PT Mentari segera beroperasi. Diperkirakan dua bulam kedepan dengan beroperasinya PT Mentari PLTBG juga bisa ikut beroperasi.

“Itu telah kita bicarakan dan mereka telah siap dan akan segera beroperasi,” ungkapnya.

Sementara itu Jendral Manager PT Mentari Ahmad Rudi dikonfirmasi mengatakan, bahwa pihak menyambut baik dengan adanya PLTBG. Dengan dijadikan limbah pabrik sawit mereka menjadi bahan buku PLTBG juga sangat membantu mereka.

“Kita siap, ini merupakan program pemerintah saat ini kita sedang mempersiapkan untuk beroperasi,” sebut Rudi.

Dia menjelaskan, bahwa pihaknya memang akan fokus berinfestasi di Merangin. Dan dalam waktu dua bulan ini mereka sudah mulai beroperasi lagi.

“Ini harus segera, kita juga ingin beroperasi dengan cepat. Kita akan mengembang lahan sebanyak 12 ribu sampai 20 ribu hectare. Kita juga akan meningkatkan PKS juga akan kita tingkatkan 60 ton perjam menjadi 120 perjam,” pungkas.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved