Mallware Ransomware WannaCry

Virus Ransomware Kembali Serang Sejumlah Negara

Malware jenis ransomware yang sempat beredar di Indonesia kembali menyerang komputer di sejumlah negara pada Selasa (27/6).

HANDOUT/KOMPAS IMAGES
Tampilan sistem antrean pasien sebuah rumah sakit di Jakarta yang terjangkit malware Ransomware, Sabtu (13/5/2017). 

TRIBUNJAMBI.COM, HELSINKI - Malware jenis ransomware yang sempat beredar di Indonesia kembali menyerang komputer di sejumlah negara pada Selasa (27/6).

Serangan malware penyandera data kali ini menginfeksi server di perusahaan minyak terbesar Rusia, mengganggu operasi di bank Ukraina, dan mematikan komputer di perusahaan perkapalan serta periklanan multinasional.

Pakar keamanan cyber menyebut, serangan tersebut tampaknya mengeksploitasi jenis alat hacking yang sama yang digunakan dalam serangan ransomware WannaCry yang menginfeksi ratusan ribu komputer pada Mei lalu. "Ini seperti WannaCry lagi," kata Mikko Hypponen, Kepala Riset F-Secure berbasis di Helsinki seperti dilansir Reuters.

Laporan pertama organisasi yang diserang muncul dari Rusia dan Ukraina, namun dampaknya cepat menyebar ke wilayah barat ke komputer di Rumania, Belanda, Norwegia, dan Inggris. Perusahaan farmasi Merck tercatat sebagai pihak pertama di Amerika Serikat yang melaporkan mengalami serangan. Merck mengaku, jaringan komputernya telah terpengaruh oleh serangan cyber global tersebut.

Dalam beberapa jam, serangan itu telah meluas secara global. Belum ada laporan, serangan ransomware kali ini masuk ke Indonesia.

Perusahaan pengiriman A.P. Moller-Maersk menyebut serangan itu telah menyebabkan pemadaman di sistem komputer di seluruh dunia pada Selasa, termasuk di terminal di Los Angeles.

Salah satu korban serangan cyber, Selasa kemarin, perusahaan media Ukraina mengatakan, komputernya diblokir dan muncul permintaan tebusan senilai US$ 300 berupa uang elektronik Bitcoin untuk mengembalikan akses ke file-file.

"Jika Anda melihat teks ini, maka file Anda tidak dapat diakses lagi, karena telah dienkripsi. Mungkin Anda sibuk mencari cara untuk memulihkan file Anda, tapi jangan buang waktu Anda. Tidak ada yang bisa memulihkan file Anda tanpa dekripsi kami," tulis pesan tersebut dikutip dari screenshot yang diposting Channel 24 Ukraina.

Pesan yang sama muncul di komputer di kantor Maersk di Rotterdam dan perusahaan yang terkena dampak di Norwegia.

Perusahaan lain yang mengaku telah terkena serangan cyber adalah produsen minyak Rusia Rosneft, perusahaan bahan konstruksi Prancis Saint Gobain, dan biro iklan terbesar di dunia WPP. Meskipun belum dipastikan apakah masalah mereka disebabkan oleh virus yang sama.

Ransomware merupakan perangkat lunak jahat yang memblokir akses data korban atau ancaman-ancaman untuk mempublikasikan atau menghapus data itu hingga permintaan tebusan dibayar.

Editor: fifi
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved