Razia Cipta Kondisi
FOTO: Awalnya Pemudik Ini Ngaku Polisi, Setelah Diminta Memperlihatkan KTA, Ternyata. . .
Tim gabungan dari Polresta Jambi dan Polsek Kotabaru, Selasa (21/6) malam menggelar razia Cipta Kondisi jelang Idul Fitri.
Penulis: Rian Aidilfi Afriandi | Editor: Fifi Suryani
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Tim gabungan dari Polresta Jambi dan Polsek Kotabaru, Selasa (21/6) malam menggelar razia Cipta Kondisi jelang Idul Fitri. Kegiatan ini sekaligus untuk mengantisipasi narapidana (Napi) Lapas Klas IIA Jambi yang kabur pasca banjir, belum lama ini.
Pantauan di lapangan, razia yang digelar sekitar pukul 10.00 hingga 01.00 Rabu (21/6) itu digelar di sepanjang ruas Jalan Lingkar Barat, Kecamatan Kotabaru. Sejumlah petugas razia gabungan berpakaian preman pun diturunkan. Juga personil dari Sat Sabhara bersenjata lengkap ikut serta.
Meski tak mendapat target yang diincar, namun sejumlah pengguna jalan baik roda dua empat hingga tronton sekalipun disetop dan diperiksa kendaraannya. Tak sedikit juga pemudik yang menggunakan mobil pribadi melintas kawasan itu ikut diberhentikan.
Bahkan, salah satu pemudik sempat mengaku sebagai anggota polisi yang berdinas di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Saat disetop oleh petugas.
Sebelumnya, pria yang diketahui bernama Eko Agusman itu meluncur menggunakan mobil mini bus pelat D 1340 NX dengan kecepatan tinggi. Ia sempat diteriaki petugas agar berhenti. Alhasil ia pun menepi.
"Sabar pak, sabar. Saya juga anggota polisi," ujarnya kepada petugas razia saat turun dari mobilnya. Saat keluar dari mobil, sekilas tampak meyakinkan bahwa ia anggota polisi. Pasalnya kepala pria itu berpotongan rambut cepak. Badannya pun besar tinggi.
Lantas, petugas pun meminta kartu tanda anggota (KTA) dan surat-surat berkendaranya. "Mana KTA mu kalau memang anggota," kata salah seorang petugas.
"Saya bukan polisi pak. Saya gak bilang kalau saya polisi. Tapi oom saya yang polisi," jawab Eko.
Mendengar jawabannya itu, sejumlah anggota polisi pun erang. "Katamu anggota polisi tadi. Kami semua dengar," ucap petugas.
Akhirnya, Eko mengaku bahwa dirinya bukan polisi. Surat-surat berkendaranya pun lengkap. "Kamu kenapa tadi ngebut? Kan tahu kalau ada razia," tanya polisi kepada Eko.
"Saya tidak tahu kalau ini razia. Saya pikir ini huru-hara (keributan) makanya saya terobos," kata Eko.
Eko pun diizinkan pergi usai pemeriksaan dari petugas. "Saya sama anak dan istri mau mudik ke Jakarta," tutupnya.
Sementara, Kapolsek Kotabaru, AKP Hendra Wijaya Manurung mengatakan, hasil dari razia yang digelar tak ada yang menonjol.
"Hanya berupa pelanggaran lalu lintas yang kita temukan," ujarnya kepada wartawan.
Ia juga katakan, beberapa pemudik sempat disetop dan diperiksa. Pihaknya memberikan imbauan untuk tetap berhati-hati. Pasalnya mereka berkendara pada malam hari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/22062017_razia_20170622_100743.jpg)