Mulai Incar Indekos Seputaran Kampus
Harga yang dipatok berada di kisaran Rp 2 juta-Rp 4 juta. Itu bervariasi sesuai fasilitas yang ada.
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Seleksi mahasiswa baru jalur SNMPTN hingga SBMPTN Universitas Jambi 2017 masih berlangsung. Namun, jauh-jauh hari, sudah ada calon mahasiswa yang mencari informasi indekos di dekat kampus.
Pemilik kos di Mendalo, Adriani, mengatakan tidak terlalu banyak yang bertanya tentang kamar kos saat ini. Biasanya, pencari indekos mulai ramai saat mahasiswa baru melakukan daftar ulang di Unja.
"Biasanya pas pendaftaran ulang ramai. Ada dari luar provinsi, ada pula dari kecamatan " ungkap Adriani, yang juga dosen Unja, Rabu (7/6).
Indekos milik Adriani ada 12 kamar. Biaya sewa tiap kamar berbeda-beda menyesuaikan fasilitas. Untuk yang berkamar mandi luar dan ada isi, sekira Rp 3,5 juta setahun. Uuntuk yang berkamar mandi dalam dan ada isi, Rp 4 juta setahun.
Fasilitasnya ada ruang tamu, televisi bersama, isi kamar lemari, meja dan kasur. "Kosnya khusus wanita. Kalau ada tamu maksimal jam 10 malam di ruang tamu. Mungkin mau belajar bersama juga bisa di sana," ungkap Adriani.
Pemilik indekos lainnya, Rahman, mengatakan ada 15 kamar tersedia dan selalu penuh. "Yang nanya-nanya sudah ada," katanya.
"Setiap kamar berukuran 3x4 meter dan tiap tiga kamar tersedia satu kamar mandi," kata pegawai negeri yang bekerja di Tebo ini. Fasilitas yang ditawarkan kamar dan kamar mandi di luar. Selebihnya mahasiswa boleh mengaturnya sendiri.
Penghuni baru, kata Rahman, biasanya datang ketika penguni lama keluar. Rerata dari Kerinci. Harganya Rp 2,5 juta per tahun.
Pantauan Tribun tentang tarif sewa indekos di seputaran kampus Unja Mendalo, seperti di daerah Kemajuan, ada di kisaran Rp 4 juta setahun.
Di kawasan lain, seperti di Perumahan Valencia rerata Rp 3 juta setahun. "Kalau fasilitas beda-beda," ungkap Teguh, mahasiswa Unja.
"Habis libur mungkin ramai. Menjelang mahasisa baru," lanjutnya.
Indekos di seputaran kampus swasta juga mulai diserbu pencari dari luar Kota Jambi. Seperti di kawasan kampus Universitas Batanghari. Pemilik indekos bernama Nuri mengatakan sudah banyak yang menanyakan kamar kosong kepadanya. "Sekarang sudah penuh tetapi. Tadi ada tiga orang yang booking, mana tahu dalam waktu dekat ini penghuni yang lama keluar," katanya, Kamis (8/6).
Ada delapan kamar tersedia dengan biaya per bulan Rp 500 ribu. Penguni indekos miliknya kebanyakan dari luar daerah, seperti Bangko, Tebo dan Bungo. Mereka mencari tempat di dekat kampus karena lebih efisien waktu dan biaya transportasi. "Kalau gak ada dosen bisa balik dulu untuk nunggu jam kuliah berikutnya," katanya.
Senada disampaikan pemilik indekos di kawasan STIKOM, Hendri. Dia mengatakan setiap ada penerimaan mahasiswi baru indekos miliknya penuh. Yang tinggal di sana anak kuliahan, bukan pekerja, karena dekat kampus.
Penghuni berasal dari Bungo, Tebo, Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat. "Tarif Rp 600 ribu dengan menyediakan sembilan kamar kos," ujarnya.
Aturan indekos putri pada dasarnya sama dengan aturan pada umumnya. Apabila ada tamu lelaki, ada fasilitas kursi di luar indekos agar bisa terpantau. "Ini mencegah supaya tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan,"katanya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/kamar-kos-mewah_20170121_083859.jpg)